TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

KRISTA InterFOOD 2026 Diikuti 1.100 Peserta dari 16 Negara

Nurdian Akhmad
28 October 2026 | 19:40
rubrik: Business Info
KRISTA InterFOOD 2026 Diikuti 1.100 Peserta dari 16 Negara

Jakarta, TopBusiness – Krista Exhibitions kembali menggelar KRISTA InterFOOD 2026, pameran industri makanan dan minuman yang memasuki penyelenggaraan ke-27. Pameran ini akan berlangsung pada 4–7 November 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, dengan menghadirkan 1.100 peserta, termasuk 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dari 16 negara.

Pameran tersebut menempati area seluas 60.000 meter persegi yang terbagi dalam 11 hall. Krista Exhibitions menargetkan kehadiran 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara, sekaligus membuka peluang bagi produsen, pemasok, distributor, importir, dan pembeli untuk memperluas jaringan bisnis.

Penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026 diperkenalkan dalam konferensi pers di Ruang Garuda, lantai 2, Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Rabu (28/10/2026). Acara tersebut menghadirkan pejabat Kemenperin, perwakilan asosiasi, serta pelaku industri makanan dan minuman.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud Salim mengatakan, KRISTA InterFOOD 2026 dirancang sebagai platform untuk mempertemukan inovasi produk dan teknologi dengan peluang bisnis di industri makanan dan minuman.

“Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan,” ujar Daud.

Pameran tahun ini juga menghadirkan Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand dengan total 70 peserta. Selain produk makanan dan minuman, pengunjung dapat menemukan teknologi pengolahan, peralatan industri, serta solusi pendukung distribusi dan penyimpanan produk.

KRISTA InterFOOD 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo. Ketiga pameran tersebut mencakup industri makanan dan minuman, produk hasil laut dan perikanan, serta teknologi pendinginan dan rantai dingin (cold chain).

BACA JUGA:   85% Industri Kosmetik dan Obat Tradisional Tergolong IKM

Rangkaian kegiatan pendukung meliputi Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 yang berfokus pada pengembangan produk antara (intermediate product) berbasis sumber daya lokal, kompetisi chef, kompetisi kopi, kompetisi gelato, serta berbagai seminar dan program business matching.

Dorong Kemitraan IKM dan Industri Besar

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita menyambut penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026 sebagai kesempatan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat posisi IKM pangan dalam rantai pasok industri.

Melalui program Indonesia Food Innovation 2026, Kemenperin mendorong pengembangan produk antara yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperpanjang umur simpan, serta mengurangi kehilangan hasil pangan.

Menurut Reni, produk IKM tidak hanya ditujukan kepada konsumen akhir, tetapi juga berpotensi menjadi bahan baku bagi industri besar, hotel, restoran, dan kafe.

Karena itu, kemitraan antara IKM dan industri besar perlu diperkuat melalui kolaborasi yang saling menguntungkan. Pengembangan kemitraan juga diharapkan dapat menjawab tantangan konsistensi mutu dan kualitas produk IKM agar memenuhi kebutuhan industri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyoroti potensi sumber daya alam Indonesia untuk mendukung pengembangan industri makanan dan minuman. Dalam konferensi pers tersebut, disampaikan bahwa sektor ini tumbuh sekitar 6,77% pada semester I-2026.

Pemerintah juga menargetkan nilai ekspor industri makanan dan minuman mencapai US$83,68 miliar pada 2029. Namun, upaya mencapai target tersebut masih menghadapi tantangan ketersediaan bahan baku, biaya logistik, dan pemenuhan standar internasional.

KRISTA InterFOOD diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas penetrasi ke pasar internasional melalui pertemuan bisnis, pertukaran informasi, dan pengembangan kemitraan.

Peluang Memperluas Pasar

Dukungan terhadap KRISTA InterFOOD 2026 juga disampaikan sejumlah asosiasi industri yang melihat pameran ini sebagai wadah mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.

BACA JUGA:   Stok Bahan Baku untuk IKM Terus Ditingkatkan

Sekretaris Jenderal Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Stefanus Indrayana menilai kekayaan sumber daya alam dan rempah-rempah Indonesia menjadi potensi yang perlu dioptimalkan melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing produk.

Menurut dia, pameran seperti KRISTA InterFOOD dapat membantu mempertemukan produsen dengan pembeli, distributor, dan mitra internasional, sekaligus memperluas akses perdagangan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Solihin mengatakan, industri makanan dan minuman merupakan kategori penting dalam bisnis ritel. Karena itu, produsen perlu terus meningkatkan kualitas, konsistensi produksi, kemasan, serta standar keamanan pangan agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Dari sektor lisensi dan waralaba, Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) Susanty Widjaya, yang juga mewakili Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani yang berhalangan hadir, menyoroti peluang pengembangan merek lokal melalui sistem lisensi dan waralaba.

Susanty menyampaikan bahwa industri waralaba mencatat pertumbuhan sekitar 6% pada akhir 2025. Untuk akhir 2026, ASENSI menargetkan pertumbuhan lebih dari 7%.

Dia berharap KRISTA InterFOOD dapat membantu pelaku usaha, termasuk UMKM dan pemilik merek lokal, memperluas jaringan pasar serta menemukan mitra untuk mengembangkan bisnis di dalam maupun luar negeri.

Sedangkan dari sektor perikanan, Ketua Umum Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Saut P. Hutagalung menilai pameran ini dapat mendukung perluasan pasar produk perikanan melalui pertemuan bisnis antara produsen, distributor, dan pembeli.

Dalam konferensi pers tersebut, disampaikan bahwa nilai ekspor perikanan Indonesia pada 2025 mencapai US$6,77 miliar. Hingga Agustus 2026, nilainya tercatat US$4,73 miliar, sedangkan target ekspor perikanan tahun ini sekitar US$7 miliar.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI) Hasanuddin Yasni menyoroti pentingnya teknologi rantai dingin untuk menjaga mutu produk pangan, terutama hasil perikanan, sekaligus mengurangi pemborosan makanan.

BACA JUGA:   Penandatanganan 28 Kesepakatan Komersial, Hasilkan Penerimaan sekitar US$ 2,3 Miliar

Adapun Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (APK RINDO) Ferry Setiawan menilai pameran ini dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha kuliner untuk bertemu dengan pemasok, menemukan kebutuhan bisnis, serta mendorong inovasi.

Melalui penyelenggaraan KRISTA InterFOOD 2026, Krista Exhibitions berharap tercipta lebih banyak peluang kerja sama, perluasan akses pasar, dan pengembangan inovasi yang dapat memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia.

Tags: aprindoGapmmikemenperinKrista ExhibitionsKrista InterFOOD 2026PHRI
Previous Post

Penguatan Tata Kelola RSUD Perlu Rencana Aksi yang Jelas dan Terukur

Next Post

Alfamart Ekspansi ke Vietnam, Buka Gerai Awal 2027

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR