Jakarta, BusinessNews Indonesia – Kendati banyak perusahaan yang menunda pelaksanaan Initial Public Offering (IPO), Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis bahwa target 35 perusahaan IPO yang telah dicanangkan pada tahun ini bisa tercapai. Sejak awal 2018, sudah ada 16 perusahaan yang resmi mencatatkan diri di BEI.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyayangkan ada sejumlah perusahaan yang menunda IPO karena kondisi pasar yang masih volatile. Menurut dia, menunda IPO berarti menunda perusahaan untuk menjadi semakin besar.
“Tapi kami tetap optimistis target perusahaan IPO tahun ini bisa tercapai,” kata Tito di Jakarta, Kamis (24/5).
Terlebih, kata dia, dalam pipeline BEI masih banyak perusahaan yang mengantre untuk mencatatkan diri.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan memutuskan untuk menunda IPO karena melihat pasar yang belum kondusif. Perusahaan yang sudah resmi melaporkan penundaan itu ke BEI antara lain PT Artajasa Pembayaran Elektronis yang merupakan cucu usaha PT Indosat Tbk., PT Harvest Time, PT PG Rajawali I, PT Wijaya Karya Realty, serta PT Wahana Vinyl Nusantara.
