TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI Lanjutkan Suspensi Saham WIKA

Agus Haryanto
3 November 2026 | 16:28
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Ilustrasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. FOTO: Rendy MR/TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara perdagangan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di seluruh pasar. Keputusan tersebut diambil menyusul penundaan pembayaran bunga obligasi dan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah yang seharusnya dibayarkan pada 3 November 2026.

Dalam pengumumannya, BEI menyampaikan bahwa penundaan pembayaran tersebut mengindikasikan adanya permasalahan terhadap kelangsungan usaha perseroan.

Penundaan pembayaran ini mencakup enam instrumen surat utang WIKA, yakni Bunga ke-16 Obligasi Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 Seri A, Seri B, dan Seri C. Selain itu, terdapat pembayaran bagi hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022 Seri A, Seri B, dan Seri C.

Informasi penundaan tersebut disampaikan melalui surat perseroan tertanggal 30 Oktober 2026 mengenai pembayaran bunga obligasi dan pendapatan bagi hasil sukuk mudharabah. Selanjutnya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menerbitkan surat tertanggal 2 November 2026 terkait penundaan pembayaran enam instrumen tersebut.

Atas kondisi tersebut, BEI memutuskan untuk melanjutkan suspensi perdagangan efek WIKA di seluruh pasar sampai dengan adanya pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

BEI juga meminta seluruh pihak terkait untuk senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Keputusan ini menjadi perhatian bagi investor mengingat penundaan kewajiban pembayaran surat utang dapat mencerminkan tekanan keuangan yang dihadapi perusahaan serta menimbulkan kekhawatiran terhadap kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

BACA JUGA:   Rating Naik, WIKA: Bukti Pengolaan Keuangan Sehat
Tags: wika
Previous Post

Infinix Resmikan Flagship Concept Store Global Pertamanya di Bali, Padukan Teknologi, Seni, dan Lifestyle

Next Post

Chubb Life Hadirkan Asuransi Dwiguna, Tawarkan Manfaat Akhir Polis 140%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR