Jakarta, TopBusiness – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) akan berangsur pulih pada akhir 2027. Perusahaan menargetkan operasional tambang tersebut dapat kembali pulih 100% pada 2028.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, proses pemulihan operasional tambang Grasberg terus menunjukkan perkembangan positif dan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan perusahaan. PTFI memproyeksikan tingkat produksi akan kembali ke kapasitas normal secara bertahap hingga 2028.
“Akhir 2027 itu menuju 100%, 100%-nya 2028,” ujar Tony saat ditemui di sela acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026 di JIExpo, Rabu (4/11/2026).
Tony menjelaskan, realisasi kinerja operasional PTFI pada kuartal III-2026 juga masih sesuai dengan proyeksi perusahaan. Sepanjang periode tersebut, produksi tembaga tercatat mencapai 249 juta pon atau hanya mengalami deviasi sekitar 1% dari rencana. Sementara itu, produksi emas mencapai 219 ribu ons.
“Pemulihan tambang berjalan sesuai dengan rencana semuanya. Produksi kita di quarter ketiga ini tembakannya 249 juta pound, sesuai dengan rencana. Ya, ada 1% deviasi. Emasnya itu 219 ribu ounces. Jadi total sudah kira-kira 67% dari forecast sampai akhir tahun. Jadi sesuai target,” paparnya.
Meski demikian, Tony mengakui bahwa volume produksi PTFI saat ini masih mengalami penurunan drastis jika dibandingkan dengan kapasitas operasional normal sebelum terjadinya gangguan pada tambang Grasberg. Namun, capaian produksi hingga kuartal III-2026 tersebut masih sejalan dengan proyeksi tahunan yang telah disampaikan perusahaan kepada publik sejak awal tahun.
PTFI sebelumnya memproyeksikan produksi tembaga sepanjang 2026 berada di kisaran 800 juta hingga 820 juta pon, sedangkan produksi emas ditargetkan mencapai sekitar 700 ribu ons.
“Kita kan sesuai dengan forecast kita, kita produksi tahun ini akan 800 juta pound, 820 juta pound untuk tembaga dan 700 ribu ounces emas. Sesuai dengan itu. Jadi ada penurunan drastis, kalau dari kapasitas normal ya penurunan drastis, tapi sesuai dengan forecast kita yang sudah kita sampaikan ke publik dari awal tahun,” tandasnya.
Dengan perkembangan pemulihan tersebut, PTFI optimistis operasional tambang bawah tanah Grasberg dapat kembali menuju kapasitas penuh secara bertahap, dengan target pemulihan 100% pada 2028.
