TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pertamina Kembangan 310 Desa Energi Berdikari, Ciptakan Energi Bersih Sekaligus Ekonomi Tumbuh

Busthomi
4 November 2026 | 14:27
rubrik: Ekonomi
Pertamina Kembangan 310 Desa Energi Berdikari, Ciptakan Energi Bersih Sekaligus Ekonomi Tumbuh

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Hutan yang kembali hijau dan listrik yang kini menerangi rumah-rumah menjadi awal perubahan bagi masyarakat di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Dusun Bondan, Cilacap, Jawa Tengah.

Bagi warga, energi bukan sekadar penerangan, tetapi juga membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Di Desa Tumpak, Burhanudin bersama masyarakat berhasil menghijaukan kembali kawasan hutan lindung yang sempat gundul pada 2018. Sekitar 30 ribu pohon kini tumbuh di kawasan tersebut. Upaya pelestarian lingkungan ini sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Peternakan mulai berkembang, ekowisata menarik sekitar 800 wisatawan setiap tahun, dan produk turunan kelapa seperti cocopeat (serbuk sabut kelapa), virgin coconut oil (VCO), serta briket menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Berbagai kegiatan tersebut melibatkan 60 tenaga kerja dan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun. Aktivitas produktif warga turut didukung panel surya berkapasitas 6,6 kWp.

“Semakin banyak pohon yang tertanam, semakin banyak sumber perekonomian baru yang tumbuh di desa ini,” kata Burhanudin dalam kegiatan DETalk “Desa Berdaya, Energi Terjaga: Cetak Biru Transisi Energi Masa Depan” yang digelar secara daring, Senin (2/11/2026).

Cerita perubahan juga dirasakan Jamaludin, local hero (penggerak masyarakat) dari Dusun Bondan, Cilacap. Hingga 2017, dusun tempat tinggalnya belum teraliri listrik. Bahkan, untuk mendapatkan air bersih, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 7 kilometer menggunakan perahu.

Kini, kehadiran pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) mengubah kehidupan masyarakat. Listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga menggerakkan aerator tambak dan teknologi desalinasi untuk mengolah air payau menjadi air bersih.

Manfaatnya meluas ke aktivitas ekonomi warga. Para ibu mendapatkan pelatihan mengolah hasil tambak, sementara koperasi desa menjaga keberlanjutan operasional PLTH melalui iuran Rp25 ribu per bulan per keluarga. Dusun Bondan bahkan menjadi laboratorium belajar bagi mahasiswa Politeknik Negeri Cilacap.

BACA JUGA:   Inflasi Rendah, BI Tetap Konsisten Jaga Stabilitas Harga

“Program ini telah kami buktikan berjalan baik dan memberi manfaat nyata dan luas bagi masyarakat Dusun Bondan,” ujar Jamaludin, penerima Local Hero Award TJSL Pertamina Group 2023.

Kisah Burhanudin dan Jamaludin memperlihatkan bagaimana pemanfaatan energi terbarukan dapat menjadi penggerak perubahan di desa. Tidak hanya menyediakan akses energi, tetapi juga membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal dan menciptakan sumber penghidupan baru.

Upaya tersebut sejalan dengan program Desa Energi Berdikari (DEB) yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) sejak 2018. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina mendorong pemanfaatan energi terbarukan yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi masyarakat sesuai potensi masing-masing desa.

VP CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, dalam webinar DETalk menjelaskan bahwa DEB dikembangkan melalui tiga kategori, yakni Ketahanan Pangan, Pesisir Modern, dan Wisata Energi.

Pengembangannya dilakukan secara bertahap, mulai dari DEB Putih, Hijau, Biru hingga Siap Mandiri.

Hingga saat ini, terdapat 310 Desa Energi Berdikari yang telah dikembangkan Pertamina dan 24 desa lainnya dalam proses pengembangan. Sebanyak 60 persen di antaranya berada di luar Pulau Jawa. Dengan perkembangan tersebut, jumlah DEB ditargetkan mencapai 334 desa pada akhir 2026 dan terus diperluas hingga 732 desa pada 2030.

“Kami berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat, berbasis sumber daya lokal,” kata Rudi, dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Dampak program ini terlihat dari pemanfaatan berbagai sumber energi, mulai dari tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel hingga pembangkit hibrida. Seluruhnya menghasilkan kapasitas listrik sebesar 1,595 juta Wp dan 973 ribu meter kubik biogas.

Di sektor pangan, DEB menghasilkan lebih dari 21 ribu ton beras dan 5 ribu ton komoditas nonberas dari lahan sekitar 2.000 hektare. Sementara di sektor perikanan, DEB Pesisir Modern berkontribusi terhadap produksi 390 ton ikan tangkap per tahun.

BACA JUGA:   Tawarkan Keindahan Wisata Laut, Kampung Malahing Binaan Pupuk Kaltim Raih Juara 3 ADWI 2023

Nilai ekonomi kerakyatan yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp26 miliar per tahun dengan penerima manfaat lebih dari 283 ribu orang. Beberapa desa bahkan berhasil mengembangkan potensi wisatanya menjadi sumber pendapatan. Ekowisata DEB Uma Palak di Denpasar menghasilkan Rp540 juta per tahun, sedangkan Kampung Kepiting di Cilacap mencapai Rp601 juta per tahun.

Selain membuka peluang ekonomi, program ini juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola energi terbarukan. Sebanyak 223 local hero telah mendapatkan sertifikasi sebagai operator energi baru terbarukan (EBT).

Di Desa Keliki, Ubud, misalnya, produktivitas pertanian meningkat. Frekuensi panen padi yang sebelumnya hanya sekali setahun kini menjadi hingga tiga kali, dengan hasil panen meningkat dari 3–4 ton menjadi 7 ton per hektare.

Manfaat energi terbarukan juga dirasakan saat masyarakat menghadapi situasi darurat. DEB Watumite di Ende mampu menjaga ketersediaan listrik dan internet ketika terjadi bencana.

Dari sisi lingkungan, program ini berkontribusi terhadap pengurangan emisi lebih dari 1,1 juta ton CO2 ekuivalen serta pengelolaan 145 ribu ton sampah per tahun. Pengembangannya turut didukung kolaborasi pentahelix. Bersama 13 perguruan tinggi, Pertamina telah menghadirkan 40 jenis teknologi tepat guna di 134 desa.

Bagi masyarakat, perubahan tersebut bukan sekadar hadirnya pembangkit listrik atau teknologi baru. Lebih dari itu, energi telah membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan menjaga lingkungan. Melalui Desa Energi Berdikari, Pertamina mendorong agar transisi energi berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Sebab, energi yang berkelanjutan bukan hanya tentang bagaimana listrik dihasilkan, tetapi juga bagaimana manfaatnya mampu menghidupkan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Tags: Desa binaandesa energi berdikariprogram CSR PertaminaPT Pertamina (Persero)
Previous Post

ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia

Next Post

Jaga Kepercayaan Investor, TRIS Siap Buyback Saham Rp 10 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR