Jakarta, TopBusiness – PT Trisula International Tbk (TRIS) menyiapkan aksi korporasi pembelian kembali saham (share buyback) dengan nilai maksimal Rp10 miliar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, mengatakan rencana buyback tersebut merupakan bagian dari upaya Perseroan menjaga kepercayaan pasar, seiring dengan fundamental bisnis yang tetap menunjukkan kinerja positif hingga kuartal III-2026.
“Kami bersyukur bahwa TRIS masih dapat melanjutkan kinerja yang positif hingga kuartal III-2026, yang mencerminkan fundamental bisnis yang tetap terjaga di tengah dinamika pasar. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan juga menyiapkan aksi korporasi berupa pembelian saham kembali (share buyback) dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp10 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus mempertahankan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang fluktuatif,” ujar Widjaya dalam keterangan resmi, Rabu (4/11/2026).
Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 3 November 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam periode tersebut, Perseroan berencana membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 2% dari modal disetor atau setara dengan 62 juta saham.
Adapun harga pembelian maksimum ditetapkan sebesar Rp165 per saham. Penentuan harga akan mempertimbangkan tingkat kewajaran harga saham bagi Perseroan.
TRIS meyakini aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu kinerja maupun keberlangsungan operasional perusahaan. Keyakinan ini didukung oleh kinerja keuangan yang tetap positif, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp33,2 miliar hingga kuartal III-2026.
Di sisi lain, kinerja operasional Perseroan juga menunjukkan pertumbuhan. Hingga kuartal III-2026, TRIS membukukan penjualan sebesar Rp1,3 triliun, meningkat 12,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, laba bersih periode berjalan tumbuh 3,1% YoY menjadi Rp82,7 miliar.
Segmen manufaktur masih menjadi kontributor utama dengan menyumbang sekitar 66% terhadap total penjualan. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp1,1 triliun, tumbuh 10,9% YoY.
Selanjutnya, lini bisnis distribusi membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 32,2% YoY menjadi Rp317,5 miliar, dengan kontribusi sekitar 19% terhadap total penjualan. Adapun lini bisnis retail mencatatkan pendapatan Rp115,7 miliar, seragam Rp113,5 miliar, dan perhotelan sebesar Rp16,4 miliar.
Berdasarkan wilayah pemasaran, pasar ekspor masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 60% terhadap total penjualan. Penjualan ekspor meningkat 11,4% YoY menjadi Rp802,2 miliar. Sementara itu, penjualan domestik tumbuh 13,3% YoY menjadi Rp531,2 miliar hingga September 2026.
Dengan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan tersebut, TRIS optimistis dapat menjaga fundamental bisnis sekaligus memperkuat kepercayaan investor melalui langkah strategis, termasuk pelaksanaan pembelian kembali saham di tengah dinamika pasar modal.
