
Jakarta, businessnews.id — PT Adaro Energy, Tbk., saat ini masih menunggu persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI (ESDM) terkait rencana produksi batu bara pada tahun 2014 sebesar 54 juta ton sampai 56 juta ton.
Menurut Direktur Keuangan Adaro Energy, David Tendian, di Jakarta hari ini, pihaknya sedang gencar melakukan diskusi dengan Kementerian ESDM guna mendapat persetujuan produksi itu. “Dengan kapasitas saat ini, kami akan mampu untuk memproduksi batu bara di jumlah itu.”
Dengan jumlah produksi tersebut, Adaro pun berkomitmen terhadap kewajiban DMO (domestic market obligation).
“Kami bisa mengatakan, saat ini Adaro Energy adalah pemasok batu bara terbesar dalam negeri,” terang dia.
Ia menambahkan, kondisi harga batu bara dunia saat ini kurang menguntungkan perusahaan sehingga perlu peningkatan produksi untuk mencapai kinerja perusahaan.
“Saat ini, harganya USD 73 sampai USD 74 per ton. Kita berharap harganya kembali naik,”David berkata. (ZIZ)
EDITOR: DHI