Jakarta, BusinessNews Indonesia -Pemerintah menegaskan tetap akan mengembangkan proyek minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia kendati sidang negara-negara eksportir minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memutuskan untuk mestabilkan harga minyak dunia.
Keputusan OPEC itu kemungkinan akan menurunkan harga minyak mentah dunia yang saat ini masih di atas level US$ 70 per barel.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, produksi minyak dalam negeri saat ini terus ditingkatkan untuk mengurangi impor.
Saat ini Indonesia tidak lagi menjadi anggota OPEC. Sebab itu keputusan sidang OPEC tidak akan mempengaruhi kebijakan pemerintah.
”Kita tidak member OPEC lagi,” kata Arcandra, di kawasan kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (26/6/2018).
Untuk diketahui, sidang OPEC yang berlangsung di Wina Austria, Jumat (22/6/2018) memutuskan, menaikan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari (bph). Keputusan tersebut bertujuan untuk menstabilkan harga minyak dunia, dengan menambah persediaan minyak.
Arcandra mengungkapkan, saat ini, Indonesia terus meningkatkan produksi minyaknya. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi impor. Peningkatan produksi minyak telah dijadikan strategi nasional.
“Karena kita butuh produksi, kita masih impor banyak jadi secara nasional strategi kita meningkatkan produksi,” tandasnya.
