TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pelindo II Targetkan IPO Anak Usaha Setiap Semester

Busthomi
9 July 2018 | 13:22
rubrik: Capital Market
Ekspansi Bisnis, Anak Usaha Pelindo II Ini Lepas 30% Saham

Aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan yang dikelola Pelindo II/foto: istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menyebut, pihak PT Pelindo II (Persero) telah berjanji bakal melepas saham anak usahanya ke publik atau penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) dalam setiap semesternya.

Saat ini, BUMN pelabuhan tersebut memiliki 17 perusahaan salah satunya PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) yang hari ini melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) itu menjadi salah satu dari 17 anak usaha Pelindo II. Mereka berjanji setiap semester akan diluncurkan menjadi perusahaan terbuka, akan go public,” kata Aloysius di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Pencatatan perdana saham IPCC hari ini melonjak ke level Rp1.715 atau meningkat 4,57 persen dari harga penawaran umum senilai Rp1.640 per saham.

Penguatan harga saham sektor infrastruktur tersebut ditopang oleh volume transaksi sebanyak 10.406 lot dengan frekuensi transaksi sebanyak sepuluh kali. Pada perdagangan hari ini indeks infrastruktur dibuka menguat 8 persen dari penutupan di akhir pekan kemarin.

Direktur Utama IPCC, Chiefy Adi Kusmargono menegaskan, pada pelaksanaan IPO ini IPCC melepas saham ke publik sebanyak 509.147.700 lembar atau mencapai 28 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan demikian, kata Chiefy men, nilai kapitalisasi saham sebesar Rp2,98 triliun, maka IPCC akan menerima dana proceeds sebesar Rp835 miliar yang sebesar 50 persen akan digunakan untuk belanja modal, sedangkan sebesar 25 persen untuk perpanjangan kontrak sewa lahan jangka panjang.

“Sisanya, sebesar 25 persen untuk modaI kerja perseroan guna mendukung kegiatan operasional,” kata Chiefy.

Dia menambahkan, ketika IPCC menjadi perusahaan publik, pihak perseroan sangat mungkin untuk melakukan hal yang lebih besar untuk pencapaian yang lebih tinggi, salah satunya terkait aksi good corporate governance (GCG).

BACA JUGA:   BEI Suspensi SOSS di Pasar Reguler dan Tunai

Sejauh ini, kata dia, IPCC memiliki profil keuangan yang sehat dan tim manajemen profesional yang menjamin optimisme untuk terus genjot jaringan baik di pasar domestik maupun intermasional.

“Secara produksi, Indonesia terbesar ke-18 di dunia dan nomor dua di ASEAN dalam penjualan mobil. Apalagi pertumbuhan produksi mobil di Indonesia dengan CAGR mencapai 11,4 persen selama 10 tahun periode 2007-2017,” katanya.

Tags: ipopelindo II
Previous Post

Kantongi Rp 244 M dari IPO, RISE Kembangkan Dua Proyek High Rise

Next Post

BEI Kebut Relaksasi IPO Perusahaan Tambang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR