Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) masih akan menggunakan dana publik dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) I dengan mengeluarkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan berhasil mengumpulkan Rp1,4 triliun pada akhir 2017 lalu.
Dana tersebut, menurut Vice President Investor Relations & Corporate Communications Nippon Indosari Corpindo Lukito Kurniawan Gozali, akan dipergunakan salah satunya untuk membangun pabrik baru.
“Untuk tahun 2018 ini, perseroan melakukan pembangunan dua pabrik baru berlokasi di Gresik dan Lampung. Rencananya akan beroperasi pertengahan 2019 nanti,” ungkap dia usai RUPST, di Jakarta, Selasa (17/7/2018).
Perseroan sendiri, kata dia, berharap bisa mengembangkan fasilitas produksi berupa pembangunan sekitar 4-6 pabrik baru di Jawa, Sumatera, atau Kalimantan.
Untuk dua pabrik baru itu diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan perseroan untuk selalu mempersembahkan produk berkualitas, halal, dan terjangkau bagi konsumen.
“Dan pembangunan pabrik-pabrik tersebut merupakan realisasi pemanfaatan dana hasil PUT I,” tegas dia.
Sementara itu hasil dari RUPS tersebut, lanjut dia, salah satunya rencana pembelian kembali atau buyback saham. Langkah ini dilakukan sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal disetor perseroan atau maksimal 618.648.800 saham.
Dia menambahkan, melalui rencana buyback itu, perseroan berusaha menjaga harga saham pada tingkat yang baik bagi pemegang saham. Serta rencana buyback ini pun akan memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.
“Rencana buyback saham ini ditujukan untuk menstabilkan harga saham perseroan di pasar,” tegas dia.
