Jakarta, BusinessNews Indonesia – Laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari ini berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini. Pada akhir perdagangan Kamis (26/7/2018), IHSG ditutup naik 12,2 poin atau 0,20% ke 5.946,13. Sementara itu, posisi dolar Amerika Serikat sore ini berada di kisaran Rp 14.453.
Menutup perdagangan saham hari ini, ada 198 saham menguat, 191 saham melemah, dan 116 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp7,97 triliun dari 11,4 miliar lembar saham diperdagangkan.
Indeks LQ45 naik 2,42 poin atau 0,3% menjadi 938,89, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,05 poin atau 0,2% ke 663,99, indeks IDX30 naik 1,84 poin atau 0,4% ke 510,85 dan indeks MNC36 naik 1,99 poin atau 0,6% ke 333,87.
Sektor penggerak IHSG bergerak dua arah, dengan sektor mining dan perkebunan memimpin kenaikan masing-masing 1%. Sementara itu, sektor properti turun sebesar 1,4%.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.775 atau 6,7% ke Rp28.125, saham PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) naik Rp775 atau 13,2% ke Rp6.650 dan saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik Rp750 atau 4% ke Rp19.400.
Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) turun Rp600 atau 14,6% ke Rp3.500, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) turun Rp580 atau 12,9% ke Rp3.920, dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun Rp500 atau 2,3% ke Rp21.000.
Sementara itu, bursa saham Asia hari ini ditutup bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,90 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 0,46 persen, indeks saham Thailand mendaki 0,95 persen, dan indeks saham Singapura naik 1,06 persen. Indeks saham Singapura catatkan kenaikan terbesar. Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,31 persen, indeks saham Shanghai merosot 0,07 persen dan indeks saham Taiwan turun 0,27 persen.
