Jakarta — Pemerintah Indonesia terus berupaya menurunkan biaya logistik. Di sini, biaya logistik yang semula 26% dari produk domestik brutto (PDB) atau 14,08% dari biaya produk, akan diturunkan ke 22% dari PDB. “Itu berarti menjadi 10% dari biaya produk,” kata Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa, di Jakarta hari ini.
Menteri Hatta Rajasa mengatakan, Pemerintah Indonesia pun akan mengoptimalkan sejumlah fasilitas insentif pembiayaan infrastruktur. “Juga berkomitmen untuk menyederhanakan pola perizinan di Indonesia,” kata dia seperti ditulis publikasi resmi Kementerian Keuangan RI.
Lebih lanjut Menteri Hatta Rajasa menjelaskan, Pemerintah Indonesia bakal terus memerbaiki fasilitas dan memberi dukungan fiskal. Juga mendorong peran badan usaha milik negara (BUMN).
Hal itu dilakukan untuk memberi kemudahan berbisnis di Indonesia. Sehingga pada gilirannya mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Pemerintah memberi perhatian kepada pembangunan infrastruktur agar kegiatan ekonomi berjalan inklusif dengan pembangunan jalan, jembatan, bandar udara, pelabuhan, fiber optic, dan lainnya untuk mewujudkan sentra produksi baru,” jelas menteri tersebut. (DHIT)
