Jakarta, BusinessNews Indonesia – Performa perusahaan tambang PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC di paruh pertama tahun ini tak cukup mentereng. Perseroan mengalami penurunan kinerja baik dari sisi laba bersih maupun kualitas aset yang dicapai.
Tercatat, hingga akhir Juni 2018, MEDC menderita penurunan laba bersih mencapai 48,6 persen. Sementara aset perseroan juga turun di semester I-2018 itu.
“Penurunan kinerja ini dikarenakan adanya kenaikan beban, termasuk di dalamnya beban pajak penghasilan,” demikian tulis keterbukaan informasi yang dilansir Jumat (3/8/2018).
Dari sisi laba bersih MEDC di paruh pertama 2018 itu tercatat sebesar US$ 41,4 juta atau setara Rp 592,6 miliar. Namun angka tersebut jauh lebih rendah dari periode yang sama di tahun lalu (year on year) yang sebesar US$ 80,6 juta.
“Angka tersebut berarti mengalami penurunan mencapai 48,6% secara yoy. Aset juga menurun meski tipis, dari posisi akhir 2017 sebesar US$ 5,16 miliar menjadi US$ 5,10 miliar di akhir Juni lalu,” lanjut keterangan itu.
Lebih jauh dipaparkan, untuk jumlah penjualan dan pendapatan usaha lainnya dari perseroan sebetulnya mengalami kenaikan 42,35% dari US$ 406,4 juta menjadi US$ 578,58 juta.
Akan tetapi terdapat beban pokok penjualan yang dialami MEDC selama enam bulan pertama 2018 itu. Tercatat, beban pokok penjualan dan biaya langsung lainnya naik dari US$ 207,9 juta menjadi US$ 258,77 juta. Termasuk untuk laba kotor perseroan juga masih naik dari US$ 198,45 juta menjadi US$ 319,8 juta.
Tapi lagi-lagi, beban lainnya masih jadi kendala. Seperti beban pendanaan MEDC juga melambung dari US$ 59,9 juta menjadi US$ 90 juta. Serta beban pajak penghasilan meroket dari US$ 60,6 juta menjadi US$ 96,17 juta.
Untungnya, lanjut keterangan itu, perseroan mencatatkan jumlah liabilitas hingga akhir Juni mengalami penurunan dari sebelumnya US$ 3,75 miliar menjadi US$ 3,65 miliar.
