Jakarta, BusinessNews Indonesia—Minimnya sentimen positif setelah musim keluarnya laporan kinerja emiten di semester pertama 2018, turut menyebabkan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) berpotensi kembali terkoreksi, hari ini. Itu di tengah potensi memanasnya kembali sentimen perang global antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Hal tersebut dinyatakan oleh Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia, dalam riset harian yang dipublikasikan pagi ini.
Ada dinyatakan juga bahwa melemahnya IHSG di akhir pekan kemarin menjadi 6075 (minus 0,1%), pula karena faktor Rupiah.
Di sini, Rupiah belum mampu keluar dari tekanan eksternal yang masih terus membayangi dalam sepekan belakangan ini.
Rupiah di pasar spot kembali melemah 0,14% menjadi Rp 14.498 per USD.
Dalam sepekan, nilai tukar Rupiah terkikis 0,56%, demikian menurut tim riset tersebut.
