TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal II, Laba Bersih Bank Muamalat Melonjak 246,26 Persen

Busthomi
16 August 2018 | 09:11
rubrik: Business Info
Bank Pelat Merah Belum Lirik Bank Muamalat

Kantor Pusat Bank Muamalat/Foto: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif selama kuartal II-2018 ini. Perseroan meraih kenaikan laba bersih (profit after tax) mencapai 246,26 persen secara year on year (yoy).

Selama kuartal II-2018 ini, laba bersih perseroan per Juni 2018 tercatat senilai Rp103,74 miliar dari sebelumnya senilai Rp29,96 miliar pada Juni 2017 lalu.

Menurut Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana, capaian ini merupakan rekor perolehan laba bersih tertinggi yang diraih Bank Muamalat dalam jangka waktu 3 tahun terakhir.

“Dengan kinerja positif ini dirinya optimistis Bank Muamalat akan dapat terus berkembang dan meningkatkan kinerja menjadi lebih baik lagi,” ungkap dia, di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Kinerja lainnya, kata dia, laba operasional perseroan naik sebesar 152,02 persen (yoy) dari posisi Rp61,83 miliar pada Juni 2017 menjadi Rp155,83 miliar pada Juni 2018.

Peningkatan ini ditopang salah satunya oleh pendapatan penyaluran dana murabahah senilai Rp838,57 miliar atau tumbuh 33,42 persen (yoy). Pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) terutama dari penjualan surat berharga juga berkontribusi signifikan pada kenaikan laba operasional bank.

Pertumbuhan positif tersebut membuat rasio laba terhadap aset atau Return On Assets (ROA) perseroan meningkat dari 0,15% pada Juni 2017 menjadi 0,49% pada Juni 2018 atau naik sebesar 0,34%.

“Alhamdulillah di kuartal II tahun ini kinerja Bank Muamalat mendapatkan pencapaian yang positif. Kami akan terus berupaya agar prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan supaya ekspansi bisnis Bank Muamalat dapat semakin bertumbuh,” katanya.

Kinerja positif perseroan juga, kata dia, terkendalinya rasio pembiayaan macet atau Non Performing Financing (NPF). NPF perseroan membaik yaitu berada di level 1,65% (gross) dan 0,88% (net).

BACA JUGA:   Celios: Aset Kripto dalam RUU PPSK Perlu Diperjelas

Posisi ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 4,95% (gross) dan 3,74% (net) setelah perseroan menempuh sejumlah langkah strategis.

Sedang rasio penyediaan modal minimum (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan tercatat sebesar 15,92% atau meningkat 2,98% (yoy) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 12,94%.

Rasio penting lain yang menunjukkan kinerja positif yaitu Net Operating Margin (NOM) sebesar 0,66%; Net Imbalan (NI) sebesar 2,67% dan Return On Equity (ROE) sebesar 5,00%. Rasio kinerja yang positif tersebut juga membuat likuiditas perseroan tetap terjaga dengan baik.

“Hal itu tercermin dari posisi Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank Muamalat per Juni 2018 tercatat sebesar 84,37%. Angka tersebut membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 89,00%,” jelasnya.

Tags: bank muamalat
Previous Post

Dongkrak Ekonomi, OJK Keluarkan Paket Kebijakan

Next Post

Kemitraan, Kunci CSR di Dan Liris

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR