
Jakarta, businessnews.id — Menteri Keuangan RI, M. Chatib Basri, mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi RI lebih baik di tahun 2015. Diasumsikan bahwa pertumbuhan itu di 5,5% sampai 6%. “Sementara itu, tahun 2014 ini, ekonomi nasional diperkirakan melambat. Antara lain karena berkurangnya ekspor mineral dan lain-lain,” kata dia dalam Sidang Paripurna DPR RI, di Jakarta hari ini.
Berpidato dalam penyampaian Dokumen Pengantar Ekonomi Makro 2015 untuk Dasar Penyusunan RAPBN (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2015, menteri tersebut mengatakan: “Sejumlah upaya efisiensi diharap meningkatkan belanja pemerintah. Antara lain di bidang infrastruktur dan lain-lain.”
Pemerintah pun, dia menambahkan, akan terus mendorong iklim investasi swasta. Itu melalui penyederhanaan perizinan ataupun regulasi investasi.
Lebih lanjut Menteri Chatib Basri berkata, inflasi tahun 2015 diasumsikan di 4% plus minus 1%.
Adapun nilai tukar Rupiah terhadap USD, masih dipengaruhi beberapa faktor. “Kita perkirakan, stabil di Rp 11.500 sampai Rp 12.000,” kata dia.
Suku bunga SBN diasumsikan di 6% sampai 6,5%. Dengan demikian, lebih tinggi daripada di tahun 2014 ini, katanya.
Pemerintah pun, masih kata Menteri Chatib Basri, akan terus berusaha meningkatkan penerimaan. “Defisit anggaran terhadap produk domestik bruto, di 1,7% sampai 2,5%. Jadi, defisit anggaran masih terkendali di 2015.” (DHI)
EDITOR: DHI