TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

APBN-P 2014 Jangan Sekadar Ribut Subsidi BBM

Nurdian Akhmad
20 May 2014 | 14:57
rubrik: Ekonomi
 (Foto: Istimewa)
(Foto: Istimewa)

Jakarta,businessnews.id — Institute for Development Of  Economic and Finance (Indef) meminta agar Pemerintah Indonesia dan DPR tidak hanya berkutat ke pembahasan pembengkakan subsidi BBM (bahan bakar minyak), dan potensi kenaikan defisit anggaran, dalam pembahasan APBN-P 2014 (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2014).

Menurut Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati, di Jakarta hari ini, pengajuan APBN–P 2014 memerlihatkan kelemahan pemerintah dan DPR dalam merencanakan asumsi makro ekonomi nasional. “Hanya dalam waktu enam bulan sudah perlu mengubah asumsi dasar, padahal kalau di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, asumsinya bisa mencapai dua tahun.”

Mengubah asumsi dasar melalui pengajuan APBN-P 2014 juga menyumbang molornya penyerapan anggaran. Hal itu diperhebat dengan fakta bahwa pembahasana APBN-P selama ini hanya berkutat pada upaya pengurangan subsidi BBM guna menekan defisit.

Untuk itu Enny mengusulkan, dalam pembahasan APBN-P 2014, haruslah ada keberanian dari Pemerintah Indonesia untuk mengurangi subsidi BBM disertai langkah antisipasi serta mitigasi risiko yang komprehensif.

Langkah antisipasi yang dimaksud, terutama dari sisi pasokan, dengan segera mengalokasikan anggaran yang konkrit untuk pembangunan infrastruktur gas. Dan memberikan insentif investasi pada energi alternatif biodiesel. “Sebagai negeri penghasil CPO (crude palm oil) terbesar dunia, menjadi potensi besar dalam energi alternatif.” (ZIZ)

EDITOR: DHI

 

BACA JUGA:   Performa Penjualan Eceran Naik, Didorong Kelompok Sandang dan Onderdil
Tags: apbnsubsidi bbm
Previous Post

Pemerintah Asumsikan Ekonomi 2015 Membaik

Next Post

Anggaran Pensiun PNS Perlu Dikelola Lebih Baik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR