TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sampai Kuartal II, Utang Luar Negeri RI Capai Rp 5.101 Triliun

Nurdian Akhmad
21 August 2018 | 16:16
rubrik: Ekonomi
Utang Indonesia, Untungkan Siapa?

Ilustrasi utang/istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri Indonesia pada kuartal II 2018, tumbuh melambat sebesar 5,5 persen secara tahunan dibandingkan pertumbuhan akhir kuartal I 2018, yang sebesar 8,9 persen. Perlambatan ini terjadi, baik pada ULN sektor pemerintah maupun ULN sektor swasta.

Secara nominal, ULN akhir kuartal II 2018, tercatat sebesar US$355,7 miliar atau Rp5.101 triliun (kurs Rp14.341 per dolar AS). Sedangkan ULN akhir kuartal I 2018, sebesar US$358,7 miliar. Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$179,7 miliar, serta utang swasta sebesar US$176,0 miliar.

BI juga menyebutkan, meski begitu, untuk ULN pemerintah sendiri, pada akhir kuartal II 2018, tumbuh 6,1 persen (yoy), melambat dibandingkan kuartal I 2018, sebesar 11,6 persen (yoy) menjadi sebesar US$176,5 miliar. Yang terbagi dari Surat Utang Negara (SUN) dan SBSN/Sukuk Negara milik non-residen sebesar US$122,3 miliar dan pinjaman dari kreditur asing sebesar US$54,2 miliar.

“Menguatnya dolar AS dan ketegangan perdagangan antara AS dan Tiongkok turut memengaruhi fluktuasi di pasar SBN domestik. Namun, pengelolaan fiskal oleh Pemerintah mampu meredam tekanan global tersebut. Di samping itu, pemerintah menargetkan pemenuhan pembiayaan APBN lebih banyak bersumber dari pasar domestik,” tulis laporan BI yang dipublikasikan Selasa (21/8/2018).

Adapun untuk ULN swasta tumbuh melambat, terutama pada ULN sektor industri pengolahan dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor LGA pada kuartal II 2018, masing-masing tercatat sebesar 1,1 persen (yoy) dan 16,1 persen (yoy). Lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya.

BACA JUGA:   Cadangan Devisa Susut Buat Bayar Utang
Tags: utang luar negeri
Previous Post

OJK Ungkap Tindak Pidana Perbankan BPR Multi Artha Mas

Next Post

IHSG Ditutup Naik ke 5.944, Kurs Rupiah 14.575 per Dolar AS

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR