TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RI Dituding sudah Terjebak Utang, Ini Kata Menkeu

Nurdian Akhmad
27 August 2018 | 14:47
rubrik: Ekonomi
2019, Pemerintah akan Naikkan Belanja Hingga 8,3%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia –  Terkait soal utang negara yang dalam beberapa kesempatan terakhir menjadi sorotan publik, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai ada beberapa pihak yang menyalahgunakan data utang.

Berbicara di dalam sebuah seminar bertema Tantangan Pengelolaan Layanan Informasi Publik Kementerian Keuangan di Era Digital, Sri Mulyani merasa, ada beberapa pihak yang mencoba menyalahgunakan data utang.

“Saya rasakan betul sebagai pejabat negara. Kita beri informasi itu bisa dipotong, dipenggal, diambil dan disalahgunakan,” kata Sri Mulyani di Aula Mezzanine, kompleks Kementerian Keuangan, Senin (27/8/2018).

“Bisa suatu tabel diambil hanya angkanya, dan dibuat lah narasi yang lain,” sambung mantan direktur pelaksana bank dunia tersebut.

Sri Mulyani pun mengaku kesal kepada sejumlah pihak yang kerap kali mempertanyakan kondisi utang pemerintah, baik itu dari sisi nominal, jumlah pembayaran, cicilan, sampai dengan bunga utang yang harus dibayarkan.

Pasalnya, semua informasi tersebut sudah ada di lama kementerian keuangan, dan masyarakat pun bisa mengakses kapapun dan dimanapun tanpa harus melontarkan pertanyaan yang kerap kali memojokkan pemerintah

“Orang ngomongin utang melulu. Tanya melulu dan pertanyaaan tidak berubah-ubah. Padahal itu ada di website,” jelasnya.

Lagipula, sambung Sri Mulyani, APBN tak selalu membahas mengenai utang. Pemerintah ingin, agar publik tidak melihat APBN sebagai instrumen yang hanya merugikan, melainkan untuk menjaga kondisi perekonomian secara keseluruhan.

“Utang ini terus menerus dilihat orang. Tapi sebetulnya kalau seperti hutan besar, orang lagi senang pohon ini [utang], yang dilihat terus,” kata Sri Mulyani.

BACA JUGA:   Premi CDS Turun 86,10 Bps
Tags: Menkeuutang
Previous Post

Kuartal II-2018, Pendapatan Asuransi Jiwa Merosot 22,9 Persen

Next Post

Hingga Agustus, WIKA Baru Catatkan Kontrak 40,36 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR