TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Wika Gedung Revisi Target Pendapatan 2018 Jadi Lebih Tinggi

Busthomi
29 August 2018 | 16:03
rubrik: Business Info
Pasar Tak Kondusif, WIKA Tunda IPO

FOTO: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Anak usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, yakni PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) semakin optimistis dengan kinerjanya di tahun ini.

Untuk itu, perseroan pun berani merevisi target pendapatan tahun 2018 menjadi lebih tinggi dari Rp5,56 triliun menjadi Rp5,88 triliun.

“Untuk pendapatan, termasuk penjualan KSO, WEGE akan merevisi kenaikan target pendapatan ini. Target pendapatan baru ini naik 51,2 persen dari realisasi 2017 lalu sebesar Rp3,89 triliun,” ungkap Direktur Utama WEGE, Nariman Prasetyo di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Sementara untuk target laba bersih di 2018 ini juga direvisi lebih tinggi. Dari sebelumnya Rp425,7 miliar menjadi Rp443 miliar. Target laba bersih ini akan naik 49,8 persen dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp295,75 miliar.

“Revisi target ini menunjukkan bahwa pemegang saham utama percaya terhadap kinerja WEGE untuk dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan WIKA Group,” jelas dia.

Sedang untuk target seluruh kontrak di 2018, WEGE yakin di tahun ini akan mengantongi kontrak dihadapi (order book) sebesar Rp16,59 triliun atau naik 28,2 persen dari realisasi tahun lalu.

Total kontrak dihadapi ini, lanjut Nariman, terdiri dari target kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp7,83 triliun dan carry over tahun 2017 sejumlah Rp8,76 triliun.

“Dengan komposisi perolehan kontrak baru 2018 ini direncanakan berasal dari pemerintah sebanyak 30 persen, dari BUMN 30 persen, dan pihak swasta sebanyak 40 persen,” ujar dia.

Hingga Juli 2018, lanjut dia, kontrak baru perseroan sudah mencapai Rp5,96 triliun atau sekitar 76,12 persen dari target kontrak baru itu. Dari perolehan itu, realisasi kontrak dihadapi hingga Juli menjadi Rp14,72 triliun atau telah mencapai 88,67 persen dari target order book 2018 sebesar Rp16,6 triliun.

BACA JUGA:   Bangun RS BUMN, Wika Gedung Diganjar Rekor MURI

“Kami yakin perolehan target baru itu sebesar Rp7,83 triliun dapat tercapai karena di Juli 2018 sajw kami telah mengantongi 76,12 persen dari target,” katanya.

Lebih jauh dia menegaskan, terkait pengembangan bisnis di sepanjang 2018 ini, perusahaan akan menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp667 miliar.

“Capex itu kami pergunakan untuk fixed asset, concession development and industry development specialist,” kata Nariman.

Tags: wika gedung
Previous Post

Bank Mandiri Akan Fokus Genjot Dana Murah

Next Post

Kejar Target 2018, PP Properti Genjot Produksi Landbank

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR