
Jakarta, businessnews.id — PT Bank Tabungan Pembangunan Nasional, Tbk. (BTPN) menilai bahwa ancaman penurunan laba pada tahun 2014 menjadi hal yang lumrah. Sebab selama lima sampai enam tahun belakangan, pertumbuhan perbankan termasuk kencang.
Menurut Direktur Utama BTPN Jerry Ng, di Jakarta hari ini, pihaknya telah masuk kategori BUKU 3 (bank umum kegiatan usaha 3) atau kategori sedang. Hal itu dicapai dengan pertumbuhan kencang selama lima sampai enam tahun itu. “Sehingga kita melakukan relaksasi pada tahun ini. Itu wajar dan berimbas pada perlambatan pertumbuhan laba,” dia berkata.
Ia menilai, asumsi Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pertumbuhan perbankan nasional di kisaran 15-17 persen, menjadi hal yang wajar. Sebab sebelumnya pertumbuhan perbankan rata-rata melebihi 20 persen. “Kini, saatnya general cheking terhadap kesehatan perbankan,” terang dia.
Khusus untuk BTPN, pertumbuhannya akan ada di kisaran 15 sampai 17 persen. Perlambatan itu bukanlah menjadi hal penting, yang menjadi perhatian adalah pertumbuhan berkualitas.
Lanjut dia, dengan pertumbuhan di atas, sebenarnya untuk bank dengan aset Rp 70 triliun sudah baik dan wajar.
“Lima sampai enam tahun kami tumbuh agresif karena ukuran yang masih kecil. Kini, dengan aset Rp 70 triliun dan profit Rp 2 triliun, pertumbuhan pun melambat,” kata mantan pejabat di Badan Penyehatan Perbankan Nasional itu. (Abdul Aziz)
EDITOR: Achmad Adhito