“Untuk bangun gerai itu tak semua dananya dari IPO ini. Sementara dana dari kas internal kita siapkan sebanyak Rp30 miliar,” jelas Direktur Utama Mega Persada, FX Afat Adinata Nursalim di Jakarta, Senin (19/11/2018).
Sejauh ini, jaringan distribusi kelompok usaha perseroan telah tersebar di kota-kota besar Indonesia melalui 573 gerai.
“Dari dana IPO itu, yang untuk pengembangan usaha melalui jumlah gerai sebanyak 31%. Sedang 43% untuk penambahan modal kerja dan 26% untuk pengembalian fasilitas short term loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan,” tegas dia.
Afat menjelaskan, perseroan mengawali bisnis pada 1999 di bidang garmen yang terfokus pada lini bisnis perdagangan ritel melalui PT Mega Perintis Tbk dan PT Mitrelindo Global, garmen melalui PT Mega Putra Garment serta perdagangan melalui PT Mitra Perintis Merdeka.
Merek-merek perseroan antara lain, Manzone, MOC, Men’s Top serta distributor Nike Indonesia. Mega Perintis memiliki konsep untuk toko Manzone sebagai one stop shopping for men yang menyediakan pakaian dan aksesori pria.
Dengan kinerja yang masih positif ini, kata dia, perseroan menargetkan bakal terus menggenjot tingkat pendapatan dan laba bersih di tahun-tahun mendatang.
“Sampai akhir 2018, proyeksi pendapatan kami mencapai Rp444 miliar. Dan pendapatan tahun depan bisa sebesar Rp507 miliar. Atau growth 14 persen year on year,” kata dia.
Selain itu, lanjut dia, untuk laba bersih perseroan menargetkan bisa mengantongi Rp35 miliar di tahun ini dan sebesar Rp42 miliar di 2019.
Direktur Keuangan Mega Perintis, Luki Rusli menambahkan, penjualan netto perseroan hingga Juni 2018 mencapai Rp254,91 miliar dengan laba bersih Rp29,03 miliar.
“Sehibgga penjualan di semester I-2018 itu naik sebesar 14% secara year on year dari sebelumnya sebesat Rp223,39 miliar,” ujar Luki.
