TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bangun 20 Gerai, Mega Perintis Andalkan Dana IPO dan Kas Internal

Nurdian Akhmad
19 November 2018 | 17:32
rubrik: Business Info
Bangun 20 Gerai, Mega Perintis Andalkan Dana IPO dan Kas Internal

Foto: isitmewa

Jakarta, TopBusiness – PT Mega Perintis Tbk, perusahaan ritel fesyen dan aksesoris khusus pria menargetkan bakal menambah gerai baru sebanyak 20 di tahun 2019 nanti.Untuk itu pihaknya mengandalkan dana dari penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) dan dari kas internal sebanyak Rp30 miliar.

“Untuk bangun gerai itu tak semua dananya dari IPO ini. Sementara dana dari kas internal kita siapkan sebanyak Rp30 miliar,” jelas Direktur Utama Mega Persada, FX Afat Adinata Nursalim di Jakarta, Senin (19/11/2018).

Sejauh ini, jaringan distribusi kelompok usaha perseroan telah tersebar di kota-kota besar Indonesia melalui 573 gerai.

“Dari dana IPO itu, yang untuk pengembangan usaha melalui jumlah gerai sebanyak 31%. Sedang 43% untuk penambahan modal kerja dan 26% untuk pengembalian fasilitas short term loan (STL) seasonal dari salah satu institusi perbankan,” tegas dia.

Afat menjelaskan, perseroan mengawali bisnis pada 1999 di bidang garmen yang terfokus pada lini bisnis perdagangan ritel melalui PT Mega Perintis Tbk dan PT Mitrelindo Global, garmen melalui PT Mega Putra Garment serta perdagangan melalui PT Mitra Perintis Merdeka.

Merek-merek perseroan antara lain, Manzone, MOC, Men’s Top serta distributor Nike Indonesia. Mega Perintis memiliki konsep untuk toko Manzone sebagai one stop shopping for men yang menyediakan pakaian dan aksesori pria.

Dengan kinerja yang masih positif ini, kata dia, perseroan menargetkan bakal terus menggenjot tingkat pendapatan dan laba bersih di tahun-tahun mendatang.

“Sampai akhir 2018, proyeksi pendapatan kami mencapai Rp444 miliar. Dan pendapatan tahun depan bisa sebesar Rp507 miliar. Atau growth 14 persen year on year,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, untuk laba bersih perseroan menargetkan bisa mengantongi Rp35 miliar di tahun ini dan sebesar Rp42 miliar di 2019.

BACA JUGA:   AFTECH Gelar Edukasi Fintech di Indonesia Timur

Direktur Keuangan Mega Perintis, Luki Rusli menambahkan, penjualan netto perseroan hingga Juni 2018 mencapai Rp254,91 miliar dengan laba bersih Rp29,03 miliar.

“Sehibgga penjualan di semester I-2018 itu naik sebesar 14% secara year on year dari sebelumnya sebesat Rp223,39 miliar,” ujar Luki.

Penulis: Tomy
Tags: Mega Perintis
Previous Post

Lepas Saham ke Publik, Mega Perintis Tawarkan Harga Rp250-Rp300 Per Saham

Next Post

Menjaring ‘Cuan’ dari Window Dressing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR