TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Dibuka Menguat, Analis: Rupiah Bisa Kembali ke Zona Hijau

Busthomi
23 November 2018 | 10:41
rubrik: Business Info
Volatilitas Rupiah Bikin Pemerintah Susah Patok Nilai Tukar di RAPBN 2019

ilustrasi: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi akan kembali ke zona hijau seiring pelemahan dari USD.

DI sesi pagi saja, rupiah sudah dibuka menguat. Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 14.540 atau menguat 40 poin dari penutupan sebelumnya di posisi 14.580.

Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, laju Rupiah yang mampu bergerak naik dengan memanfaatkan kondisi yang ada, dapat melawan perkiraan pelemahan sebelumnya.

Sehingga, kata Reza, peluang kenaikan Rupiah pun kembali terbuka. “Apalagi dengan kembali melemahnya USD maka diharapkan Rupiah masih dapat mengambil kesempatan tersebut,” kata dia di Jakarta, Jumat (23/10/2018).

Untuk itu, lanjut Reza, diharapkan sentimen dari dalam negeri bisa kembali positif untuk menahan pelemahan Rupiah tersebut.

“Salah satunya adalah optimisme pemerintah terkait pengelolaan anggaran yang akan dijaga dan berakhir dengan kinerja yang cukup baik,” tegas dia.

Pada perdagangan sebelumnya, adanya imbas kenaikan EUR seperti yang diharapkan sebelumnya telah dimanfaatkan Rupiah untuk kembali bergerak naik. Penguatan EUR seiring adanya persetujuan antara Inggris dan Uni Eropa terkait dengan Brexit.

Meski demikian, kata Reza, ada pula sejumlah kalangan yang menilai penguatan EUR hanya sementara karena mempertimbangkan ECB’s October Meeting Minutes yang akan memberikan indikasi arah kebijakan moneter ECB.

“Tapi dii sisi lain, pelemahan USD jelang libur Thanksgiving itu turut menopang penguatan Rupiah,” jelasnya.

Dengan kondisi demikian, Reza pun memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 14585-14565. “Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

BACA JUGA:   Ini Anjuran Akuntan agar Tax Ratio Naik
Tags: dolarrupiah
Previous Post

OJK Siap Awasi Laju Saham yang Bergerak Tak Wajar

Next Post

IHSG Menguat, Ini Saham yang Direkomendasikan Beli

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR