Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan. Hal ini karena masih minimnya sentimen positif.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di level 14.504 atau anjlok sebesar 66 poin dari posisi penutupan kemarin di 14.438. Satu jam pertama masih di zona merah ke tangga 14.507 atau turun 68 poin atau 0,47%.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada pergerakan rupiah tergantung terhadap sentimen positif yang mendukungnya.
Kondisi yang ada saat ini, pelaku pasar masih menunggu terkait hasil pertemuan FOMC. Salah satunya dengan maraknya penilaian dan perkiraan nantinya The Fed tidak akan kembali mengetatkan kebijakan moneter seiring dengan potensi perlambatan ekonomi AS.
“Serta sentimen dari masih adanya potensi perang dagang dengan Tiongkok yang diharapkan dapat membuat laju USD berada di level rendahnya. Mestinya dapat dimanfaatkan Rupiah untuk kembali menguat,” ungkap Reza di Jakarta, Kamis (20/12/2018).
Sebelumnya, kata dia, selain sentimen The Fed, dari dalam negeri sejatinya cenderung minim sentimen. Namun pelemahan USD sebelumnya cukup membantu rupiah bertahan di zona hijau. Meski hari ini kembali memerah.
Dengam kondisi pasar seperti itu, Reza memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.442-14.429.
Pergerakan Rupiah yang berhasil menembus batas area middle bollinger band sebetulnya membuka peluang penguatan kembali secara tren.
“Namun demikian, tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju Rupiah kembali melemah,” ujar Reza.
Penulis: Tomy
