
Jakarta, Thebusinessnews.co — Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, mengatakan bahwa pihaknya dalam lima tahun mendatang akan membangun storage atau depot BBM (bahan bakar minyak) baru dengan kapasitas tambahan sekitar 2 juta kiloliter dengan investasi sekitar USD 130 juta.
Untuk pelumas, kata dia dalam keterangan pers yang dilansir hari ini, Pertamina juga sedang proses pembangunan lube oil blending plant (LOBP) dan grease plant dengan total investasi sekitar Rp 1,3 triliun. Pabrik pelumas tersebut akan menjadi yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara.
Sementara itu, selain fokus pada upaya menciptakan margin usaha, Pertamina juga tetap akan berperan sebagai backbone atau tulang punggung ketahanan energi nasional.
Menurut dia, “85% energi atau BBM didistribusikan oleh Pertamina. Bahkan, untuk PSO (public service obligation), Pertamina memasok sekitar 98% dari total kuota yang disediakan pemerintah.”
Pertamina saat ini juga menanggung stok operasional sekitar 18 hari sampai 20 hari. Artinya, setiap hari sekitar Rp 44 triliun yang parkir untuk menjaga ketahanan stok tersebut.
“Tentu saja kami sangat mendukung upaya pemerintah untuk membangun dan mengembangkan strategic petroleum reserve, dan Pertamina dengan segala perannya saat ini siap menjadi lead untuk hal tersebut,” ungkap Hanung. (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito