
Jakarta, businessnews.id — Menurunnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2014 menjadi 5,2 persen, tak membuat pertumbuhan industri reksadana terpengaruh. Sebab, nilai aktiva bersih (NAB) dalam kuartal I 2014 mencapai Rp 206,3 triliun atau meningkat 7,5 persen dibanding akhir kuartal I 2013.
Menurut Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lucky F.A. Hadibrata, di Jakarta (24/6/2014), di triwulan I 2014 NAB reksadana saham menunjukkan peningkatan terbesar yakni sebesar Rp 9,1 triliun
Itu diikuti reksadana terproteksi sebesar Rp 2,7 triliun; reksadana campuran sebesar Rp 1 triliun; reksadana pasar uang sebesar Rp 0,8 triliun; reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 0,6 triliun; reksadana ETF sebesar Rp 0,1.
Namun pada reksadana syariah, ada penurunan NAB sebesar Rp 0,5 triliun atau turun 4,9 persen.
Di kuartal IV 2013, NAB reksadana syariah sebesar Rp 9,43; NAB reksadana syariah pada kuartal I 2014 sebesar Rp 8,96 triliun.
”Penurunan ini disebabkan adanya pembubaran beberapa reksadana syariah dan jatuh temponya reksadana syariah terproteksi,” terang dia. (Abdul Aziz)
Editor: R. Achmad Adhito Hatanto