Jakarta, TopBusiness—Perusahaan properti yang terdaftar sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI), Lippo Karawaci, meyakini mampu membayar sejumlah obligasi yang jatuh tempo di 2020 sampai 2026. Total obligasi itu USD 910 juta; dengan kupon bunga di kisaran 6,75% sampai 9,625%.
Dalam keterbukaan informasi untuk otoritas BEI hari ini, Direktur Lippo Karawaci Richard Setiadi mengatakan bahwa pihaknya punya sejumlah langkah untuk pembayaran obligasi itu.
Antara lain dengan perencanaan-kajian mendalam arus kas. Hal ini dalam rangka menjaga stabilitas dan kelangsungan operasional. Selain itu, Lippo Karawaci selalu melakukan evaluasi atas proyek yang ada.
Juga, meluncurkan produk baru yang punya keunggulan kompetitif dengan menimbang aspek dan kondisi ekonomi makro; dan lain-lain.
Menjawab pertanyaan dari otoritas bursa tersebut, Richard pun mengatakan bahwa Standard and Poors telah menurunkan peringkat Lippo Karawaci menjadi CCC+. Hal ini terjadi di 24 Januari 2019.
Penulis: Adhito
