TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Indef: Distribusi Avtur Belum Efisien

Busthomi
19 February 2019 | 14:39
rubrik: Business Info
Indef: Distribusi Avtur Belum Efisien

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, pemberian insentif bagi maskapai penerbangan dinilai menjadi jalan keluar bagi problem biaya operasional termasuk kenaikan harga tiket penerbangan yang mengemuka akhir-akhir ini.

Insentif itu bisa diberikan untuk memangkas biaya maskapai baik untuk bahan bakar, suku cadang, maupun beban operasional di bandara.

Menurut Bhima, sejumlah insentif baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek bisa diberikan agar harga tiket maskapai bisa lebih terkendali.

Insentif itu terkait sejumlah faktor yang menjadi penyebab kenaikan biaya maskapai dan pada akhirnya berdampak pada harga tiket.

Menurut Bhima, salah satu problem yang menyebabkan kondisi tersebut adalah tingginya harga bahan bakar avtur. Padahal, bahan bakar berkontribusi hingga 35% hingga 45% dari total biaya maskapai domestik.

Kondisi ini dinilai terkait dengan monopoli harga avtur oleh PT Pertamina (Persero). Selain itu, jelas Bhima, akar masalah lain terkait dengan distribusi avtur yang belum efisien.

“Pembangunan infrastruktur penyaluran avtur ke bandara di luar Jawa terlambat. Seharusnya harga avtur sama di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam siaran persnya yang diterima, Selasa (19/2/2019).

Selain Avtur, Bhima mengatakan pemberian insentif juga bisa diberikan kepada maskapai untuk menekan biaya operasional di bandara.

Hal itu, jelasnya, bisa direalisasikan oleh operator bandara. “Selain avtur, ada landing fee atau biaya parkir di bandara. Ini bisa diturunkan atau diberi diskon melalui penugasan Angkasa Pura,” jelasnya.

Pemberian insentif dengan menurunkan PPn dan bea masuk impor suku cadang pesawat juga menjadi opsi lainnya untuk membantu maskapai.

Komponen biaya suku cadang pesawat yang naik karena pelemahan rupiah pada tahun lalu diyakini juga menjadi faktor yang mengerek harga tiket pesawat.

BACA JUGA:   IMF Puji Ekonomi RI, INDEF: Tetap Waspada, Bisa Menjalar ke Indonesia
Tags: avturindef
Previous Post

Suku Bunga Tinggi, Marjin Perusahaan Pembiayaan Bakal Tergerus

Next Post

Gapmmi Keluhkan Hambatan Tarif Ekspor Mamin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR