TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tanpa Korupsi, Rezeki PNS Bertambah Rp 1,2 Miliar

Nurdian Akhmad
25 February 2019 | 17:43
rubrik: Article, Ekonomi
Anthony Ginting, Profesional dan  “Jalur Lain” Masuk ASN

Foto: istimewa

SETIAP orang pasti menginginkan kehidupan yang mapan secara finansial, akan tetapi tidak semua orang dapat mewujudkan hal tersebut, hal itu dikarenakan kurangnya strategi yang tepat dalam mengatur finansial. Banyak diantara mereka saat masa pensiun mengalami keterbatasan dari segi finansial, dikarenakan gaji serta tunjangan yang mereka peroleh setiap bulan sudah tidak seperti ketika mereka masih bekerja, berikut ini beberapa tips untuk menjaga kestabilan finansial sampai saat masa pensiun. Pertama menyisihkan sebagian dari uang penghasilan (hasil dari penyisian ini dapat kita pergunakan sebagai modal / jikapun diperlukan modal tambahan kita dapat meminjam modal di bank sesuai dengan kemampuan kita mengangsur).

Selanjutnya mencari jenis usaha yang cocok buat kita. Usaha yang cocok adalah usaha dengan modal kecil yang dapat menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin dengan resiko yang sekecil-kecilnya, misalnya kita melakukan usaha membantu seseorang dalam menjual rumah, kita hanya bermodalkan relasi / kenalan yang banyak untuk menawarkan rumah yang akan dijual tersebut, apabila rumah tersebut laku maka kita akan mendapatkan komisi, biasanya 2,5% dari harga atau sesuai dengan kesepakatan diawal.

Kita juga dapat memulai usaha dengan menyalurkan hobby yang adad di dalam diri kita, seperti apabila kita hobby akan bola, kita bias memulai berusaha dengan menjual pernak pernik yang bertemakan bola. Kalaupun harus memulai usaha dengan menggunakan modal yang lumayan banyak, tentunya kita menganalisa terjadinya resiko dari usaha yang akan kita jalankan, seperti ketika kita akan memulai usaha dengan budidaya ikan munjair, ada resiko ikan akan mati yang disebabkan karena cuaca / lingkungan yang buruk, hal ini tentunya akan menimbulkan resiko gagal panen.

Adi adalah anak nomer sebelas dari sebelas bersaudara, dia berasal dari Boyolali Jawa Tengah, Adi tumbuh besar di Semarang bersama kakak nomer tiga,  saat ini Adi adalah seorang Pegawai Negri Sipil di Kementerian Keuangan, sebelum bekerja sebagai PNS dia pernah bekerja di Bank Central Asia dan di Bank Mandiri, ketika masih duduk dibangku perkuliahan di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Adi sudah berwirausaha menjual dompet, tas, sepatu, jaket dan kaca mata dan dia juga bekerja di ANZ bank sebagai marketing kartu kredit.

 

Tanpa Kata Malu

Tiada kata malu bagi Adi untuk menjual tas, sepatu, kaca mata, dompet dan jaket disaat masih menjadi mahasiswa, sempat temannya mengatakan ke dia “Ini kamu mau kuliah apa mau dagang”, dan Adi hanya senyum saja untuk menjawabnya. Dagangan Adi tersebut dimasukkan ke dalam tas rangsel dan dibawanya ke kampus untuk ditawarkan ke teman-teman kuliahnya, lantas bagaimana Adi disaat itu mendapatkan modal untuk berjualan?, modal Adi adalah menjaga sifat Amanah (kepercayaan) yang dia miliki, dia ke toko-toko sepatu, tas, kaca mata, dompet untuk mengambil barang dengan jaminan KTP, alamat rumah lengkap dan jelas, dan berjanji ke toko tersebut bahwa barang akan dia bantu untuk jualkan dan uang akan dibayarkan ke toko setelah dagangan laku, dengan memberi batas maksimal 2 hari uang harus dibayarkan atau barang dikembalikan lagi ke toko dimana adi mengambil barang tersebut apabila dagangan belum laku.

BACA JUGA:   BEI Suspensi TFAS

Saat semester akhir, dimana Adi hanya tinggal menyelesaikan skripsi, dia berkeinginan untuk bekerja. Kemudian Adi pergi jalan ke mall untuk jalan-jalan dan sekalian mencari informasi terkait lowongan pekerjaan. Karena kemurahan Allah s.w.t adipun saat itu berkenalan dengan salah satu marketing ANZ Bank, kemudian dia menanyakan ke marketing tersebut dan adipun mendapatkan informasi lowongan kerja sebagai marketing di Bank tersebut. Dengan perasaan senang adi pulang ke rumah dan mempersiapkan diri untuk mendaftar pekerjaan di bank tersebut. Esok haripun tiba dan dia bergegas untuk mengikuti tes di kantor tersebut, dan pada akhirnya Adi diterima dan bekerja sebagai marketing di ANZ bank tersebut.

Adi adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, perkuliahannya diselesaikan dalam jangka waktu tiga setengah tahun dengan kelulusan dengan predikat Coumlode. Setelah menyelesaikan sidang skripsi, Adi berfikir jika dia di semarang ikut dengan kakak, dimana bisa dikatakan sangat nyaman (ada tempat tinggal, makan gratis ), maka dia tidak akan berkembang dan tidak akan lebih maju, dengan alasan ini adi bertekad untuk pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan lagi dengan bermodalkan transkip nilai dan uang sejumlah 1,8juta yang dia miliki, dank arena kegigihan yang adi miliki akhirnya dia dapat diterima kerja di Bank Central Asia Jakarta Kota sebagai marketing di devisi Bank Insurance.

 

Diterima di Kementerian Keuangan

Genap enam bulan bekerja di BCA adi harus ke semarang untuk mengikuti acara Wisuda di kampusnya. Seusai wisuda dan mendapatkan Ijazah sarjananya, Adi mendapatkan panggilan kerja di Bank mandiri sebagai frontliner. Bekerja di bank mandiri tentunya membuat Ayah adi merasa bangga, akan tetapi adi tau keinginan Ayahnya apa, yaitu Ayahnya berharap adi dapat bekerja sebagai PNS. Beberapa kakak ipar Adi bekerja di Badan Pertanahan Negara (BPN) di semarang, beberapa saudara menyarankan agar adi ikut seleksi CPNS di BPN tersebut, tetapi dia tidak mau dikarenakan tidak mau dikatakan KKN apabila nanti lolos diterima sebagai PNS di BPN tersebut, meskipun masuk dengan tes murni.

Kemudian pada saat itu ada seleksi penerimaan CPNS di Kementerian Keuangan di Koran Kompas, mengingat keinginan orang tua Adi yang mengaharapkan anaknya bisa bekerja sebagai PNS, Adi pun mengikuti seleksi penerimaan CPNS di kementerian keuangan tersebut, Adi mengharapkan dengan dia bisa masuk sebagai PNS, ketika bapaknya yang sudah diusia 73tahun, melaksanakan ibadah Haji nanti, Bapaknya dapat menjalankan Ibadah haji dengan lebih tenang. Tak lupa Adi telepon bapaknya ketika mau mengikuti seleksi CPNS di kementerian keuangan dan meminta agar Bapak mendo’akannya ketika nanti akan mengikuti seleksi penerimaan CPNS. Adi pun mengikuti seleksi penerimaan CPNS, dengan melalui lima tahapan tes, dia dinyatakan Lulus diterima sebagai CPNS di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Kementerian Keuangan sesuai dengan pilihannya.

BACA JUGA:   Mungkinkah Pensiunan PNS Mendapat Rp 1 Miliar

Ketika Adi melaksanakan diklat Prajabatan CPNS, Bapaknya juga menjalankan Ibadah Haji dalam waktu yang bersamaan. Tepat tahun 2010 Adi menjadi Pegawai Negri Sipil di Kementerian Keuangan, dia pertama kali ditempatkan di Pusdiklat PSDM, Jalan Bintaro Raya Sektor 5A, Tangerang Selatan. Meskipun Adi sudah menjadi PNS, akan tetapi dia tetap menyalurkan hobynya di bidang sale (sebagai marketing), saat itu dia menjadi agen asuransi lepas, dimana dia hanya memberikan referral kepada marketing kemudian dia mendapatkan komisi. Adi juga mengikuti beberapa perusahaan MLM tetapi belum pernah berhasil.

Sempat juga Adi bekerja sama dengan kakak nomer delapan untuk melakukan usaha, tetapi usaha tersebut kandas ditengah jalan. Meskipun adi suka menjalankan usaha tetapi kinerjanya sebagai PNS tetap di nomer satukan. Setelah lima tahun di Pusdiklat PSDM, dia mengharapkan agar mendapatkan mutasi ke Kota Manado/Medan / Denpasar , adi lebih memilih kota diluar jawa karena dia pengen menaklukan tantangan mutasi kerja di dalam kantornya, dimana biasanya orang jawa pada takut apabila dimutasi ke luar jawa yang jauh, dan adi tetap mengambil keputusan itu, dia pengen ditempatkan di luar jawa yang paling jauh dan yang paling ditakutin oleh kebanyakan orang jawa, adi melakukan ini karena dia tidak ingin berada di zona nyaman dan tetap mendapatkan tantangan serta hal baru. SK mutasi pun keluar dan adi di mutase ke manado pada Desember 2015. Selama di Manado dia melakukan aktifitas kerja seperti biasa. Ada yang beda di kota ini, yaitu mayoritas penduduk yang beragama nasrani, banyak gereja di kota manado. Adi mengalami kesulitan apabila ingin belajar agama Islam, karna pengajian islam di kota manado ini tidak sebanyak di pulau jawa,

 

Dengarkan Ceramah

Akhirnya dia melihat ceramah-ceramah pengajian yang di sampaikan beberapa Ustadz melalui youtube. Adi adalah type orang yang mendengarkan nasehat dan melaksanakan apa dari nasehat tersebiut. Setiap dia membaca buku terkait motivasi dan  mengikuti seminar, apa yang disampaikan motivator selalu ia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya, mulai dari bermimpi, bercita-cita, selalu berpositif thinking, menebar kebaikan-kebaikan dan yang lainnya.

Dari melihat youtube ceramah yang disampaikan oleh ustadz, adi muali memperbaiki diri, hijrah untuk menjadi lebih baik lagi, mulai dari hal yang mendasar menghilangkan seluruh penyakit hati dalam diri, seperti sombong, iri, dengki,ujub dan yang lainnya, menjalankan sunah-sunah ajaran agama islam. Kemudain Adi meminta ke Allah s.w.t agar diberikan rejeki yang halal dari manapun arahnya.

Awalnya Adi ingin membeli mobil baru, kemudian dia berfikir ulang untuk membeli mobil baru tersebut, dia teringah dua kakak nya yang belum memiliki mobil, akhirnya adi memutuskan untuk membelui tiga mobil bekas, dimana yang satu buat dia pakai sendiri dan yang dua diberikan kepada dua kakak perempuannya. Dua kaka perempuanya akhirnya sudah dibelikan mobil bekas oleh adi, tinggal dia sendiri yang belum membeli mobil, entah kenapa sudah tiga kali mobil yang meu dibeli adi selalu gagal untuk dibeli karena satu dan lain hal.

BACA JUGA:   Hingga Desember 2025, Bank Mandiri Salurkan KUR Tembus Rp41 Triliun

 

Merintis Bisnis

Dari uang yang mau dibelikan mobil inilah Adi memulai usahanya, uang yang semula mau dibelikan mobil sebagian ia buat untuk bisnis sewa-menyewa sawah, kemudian dia ditawarin untuk bisnis jualan kardus bekas oleh kakaknya yang nomer Sembilan, kaka nomer Sembilan menyampaikan ada bisnis kardus yang menjanjikan dan kakaknya sendiri sudah menjalani bisnis itu selama dua tahunan, akan tetapi karena keterbatasan modal jadi yang di dapat segitu saja. Adipun memutuskan mengikuti Usaha kardus yang tawarkan oleh kakaknya ini, adi mengikuti usaha ini pertamakali di bulan juli 2018, semula dia mendapatkan laba di kisaran Rp 15 jutaan, dri laba tersebut diputar lagi, dan kemudian bulan selanjutnya dia mendapatkan laba di kisaran Rp 38 jutaan.

 

Kemudian di bulan Desember usaha dia tersebut di kontrak oleh PT dan Adi mendapatkan keuntungan di kisaran Rp 48 jutaan, dari kontrak satu PT, di bulan Januari adi mendapatkan tawaran kontrak dengan PT yang lain lagi, tetapi dia masih mengalami kekurangan modal, akhirnya dia menawarkan kerja sama dengan teman temannya untuk menanam modal dan bagi hasil atas jualan kardus tersebuut,berkat do’anya ke Allah s.w.t serta dengan kegigihannya dalam berkomunikasi dan selalu menjaga sifat baik. Akhirnya Adi mendapatkan modal tambahan dari teman-temannya dan akhirnya adi menyetujui kontrak dengan PT yang baru lagi, mulai bulan januari 2019 inilah adi mendapatkan keuntungan di 100jtaan. Apabila dia mengalami kendala dalam usaha kardus ini, yang pertama adi lakukan adalah berdo’a ke Allah s.w.t.

 

Tak Lupa Bersedekah

Tak lupa adi selalu berinfaq ke masjid, bersedekah, berbagi ke sesame dan membayar pajak atas usaha yang dilakukannya ini. Meskipun adi memiliki usaha tetapi kinerjanya sebagai PNS selalu di nomer satukan, karena Usaha yang dijalani ini, adi hanya mengkontrol dari jarak jauh saja, semua usaha dijalankan oleh kakaknya yang memiliki sifat Amanah. Adi yang saat ini memiliki usaha masih memiliki mimpi yang ingin di raihnya, mimpi itu adalah membangun Masjid dan mendirikan pondok pesantren. Adi sangat meyakini bahwa Allah itu maha kaya, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah selagi umatnya mau berikhtiar dengan semaksimal mungkin.

Adi selalu mengingat serta menerapkan nasehat yang disampaikan oleh Ibu Niken W (salah satu pejabat eselon 3 di BPPK). beliau menyampaikan Rejeki kita sudah disiapkan oleh Allah s.w.t , tergantung bagaimana cara umatnya dalam meraih rejeki tersebut, apakah dengan cara yang baik serta terpuji ataupun sebaliknya, Nasehat dari Ibu Azah W.(salah satu pejabat eselon 3 di BPPK) beliau menyampaikan dimanapun berada, dalam posisi apapun selalulah memiliki sifat rendah hati serta nasehat dri Bapak Anung Triwibowo (salah satu pejabat eselon 4 di BPPK) beliau menyampaikan sesungguhnya yang menilai kita bukanlah manusia tetapi di mata Tuhanlah penilaian yang sejati dan hakiki.

Penulis: Wahyu Adi Setyo Wibowo

 

Tags: PNS
Previous Post

Masih Soal 25% APBN Bocor

Next Post

Permintaan Trump Runtuhkan Harga Minyak Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR