TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BPRS Sukowati Bakal dapat Penambahan Modal

Agus Haryanto
12 March 2019 | 21:21
rubrik: BUMD
BPRS Sukowati Bakal dapat Penambahan Modal

Jakarta TopBusiness – PT BPRS Sukowati Sragen bakal mendapatkan suntikan dana dari pemda dan pihak swasta setempat. Itu diperlukan guna memperkuat rasio kecukupan modal, menyusul ekspansi bisnis.

Dirut BPRS Sukowati Fakhruddin Nur, bertempat di World Trade Center di Jakarta, hari ini, menyebutkan, rasio kecukupan modal sebesar 12,73% dan kredit bermasalah (NPF) gross 6,31%. “Ada komitmen dari pemegang saham untuk menambah ekuitas,” ungkapnya.

Meski terbilang sehat secara kinerja keuangan, namun perusahaan harus melakukan pembiayaan dan melakukan pencadangan. Sehingga, diperlukan permodalan yang cukup.

Pemegang saham mayoritas yakni Pemkab Sragen berencana menambahkan modal hingga mencapai Rp 5 miliar. “Sebenarnya, tahun kemarin bisa terealisasi, namun sebab satu dan lain hal tertunda. Sehingga tahun ini,” kata Fakhruddin.

Menurutnya, penambahan modal pemda akan terealisasi tahun ini sebesar Rp 5 miliar. Sementara, bagi swasta akan diberikan keleluasaan untuk menanamkan modalnya hingga Rp 2,4 miliar.

Guna menekan laju NPF, lanjut Fakhruddin, pihaknya akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Selain, mengintensifkan divisi manajemen risiko.

Terakhir, manajemen mengimbau agar para staf dan karyawan bisa lebih memfokuskan diri, dan jangan sampai CAR di bawah 12%. “Caranya adalah dengan memperbaiki dan menambah pembiayaan baru tapi bagus (kinerja opersional dan keuangan-Red),” pungkasnya.

Selain, perusahaan akan melakukan komunikasi dengan para debitur bermasalah. Jika prospek usaha tak bisa bertahan, maka bank akan meminta jaminan.

Sebaliknya, bila perusahaan masih bisa tumbuh, namun pendapatan dan omzet turun maka harus direstrukturisasi, yakni dengan perpanjangan pembayaran pembiayaan.

Penulis : Agus H

BACA JUGA:   Terobosan PT Jamkrida Sumsel Sukses Dongkrak Modal Dasar Hingga 400 Persen
Previous Post

Bank Kalbar Incar Pangsa Pasar 25 Persen

Next Post

Ini Target Pertumbuhan Kinerja Keuangan BPR Bank Klaten hingga Akhir 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR