Jakarta TopBusiness – PT BPRS Sukowati Sragen bakal mendapatkan suntikan dana dari pemda dan pihak swasta setempat. Itu diperlukan guna memperkuat rasio kecukupan modal, menyusul ekspansi bisnis.
Dirut BPRS Sukowati Fakhruddin Nur, bertempat di World Trade Center di Jakarta, hari ini, menyebutkan, rasio kecukupan modal sebesar 12,73% dan kredit bermasalah (NPF) gross 6,31%. “Ada komitmen dari pemegang saham untuk menambah ekuitas,” ungkapnya.
Meski terbilang sehat secara kinerja keuangan, namun perusahaan harus melakukan pembiayaan dan melakukan pencadangan. Sehingga, diperlukan permodalan yang cukup.
Pemegang saham mayoritas yakni Pemkab Sragen berencana menambahkan modal hingga mencapai Rp 5 miliar. “Sebenarnya, tahun kemarin bisa terealisasi, namun sebab satu dan lain hal tertunda. Sehingga tahun ini,” kata Fakhruddin.
Menurutnya, penambahan modal pemda akan terealisasi tahun ini sebesar Rp 5 miliar. Sementara, bagi swasta akan diberikan keleluasaan untuk menanamkan modalnya hingga Rp 2,4 miliar.
Guna menekan laju NPF, lanjut Fakhruddin, pihaknya akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan. Selain, mengintensifkan divisi manajemen risiko.
Terakhir, manajemen mengimbau agar para staf dan karyawan bisa lebih memfokuskan diri, dan jangan sampai CAR di bawah 12%. “Caranya adalah dengan memperbaiki dan menambah pembiayaan baru tapi bagus (kinerja opersional dan keuangan-Red),” pungkasnya.
Selain, perusahaan akan melakukan komunikasi dengan para debitur bermasalah. Jika prospek usaha tak bisa bertahan, maka bank akan meminta jaminan.
Sebaliknya, bila perusahaan masih bisa tumbuh, namun pendapatan dan omzet turun maka harus direstrukturisasi, yakni dengan perpanjangan pembayaran pembiayaan.
Penulis : Agus H
