Jakarta, TopBusiness – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Garut mencatatkan kinerja gemilang di sepanjang tahun 2018. Tercatat diakhir 2018 BPR Garut berhasil membukukan laba bersih sebesar 4.72 atau tumbuh sebesar 1,97 persen disbanding tahun 2017. Pertumbuhan juga terlihat dari volume asset yang saat ini mencapai 245,3 miliar atau tumbuh 12,12 persen dari tahun lalu.
Direktur Utama BPR Garut Asep Cepy menuturkan peningkatan kinerja ini dikarenakan BPR Garut dalam kegiatan usahanya selalu melakukan berbagai inovasi baik dalam hal kebijakan maupun inovasi produk-produk yang ditawarkan. Menurutnya, hal ini pula yang membuat kinerja BPR Garut mampu mencapai target dalam rencana bisnis bank baik dalam kuantitas maupun kualitas kinerja selama 2 tahun terakhir.
“Ini bisa dilihat dari penyaluran kredit BPR Garut yang terus mningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2017 kami menyalurkan kredit sebesar 156,98 miliar dan ditahun 2018 meningkat jadi 183,40 miliar. Juga di dana pihak ketiga kami berhasil menghimpun tabungan sebesar 63 miliar tahun 2017 dan 68,62 miliar ditahun 2018. Kemudian deposito juga trennya meningkat dari 69,2 miliar tahun 2017 ke 77,6 miliar di tahun 2018,” kata Asep Cepy dalam wawancara penjurian TOP BUMD 2019 di Jakarta, Selasa (12/03).
Disamping inovasi-inovasi yang dilakukan, menurut Asep Cepy terdapat beberapa factor penting lainnya yang juga mendukung tren peningkatan kinerja BPR Garut. Ini seperti dukungan dari Pemda dan Bupati Garut, serta pendekatan langsung BPR Garut pada masyarakarat dan manajemen SDM pegawai.
“Kinerja kami tidak bisa dilepaskan dari dukungan luar biasa Bupati Garut yang terus menerus mendorong BPR Garut supaya berkembang. Misalnya beliau menyerukan agar pejabat-pejabat pemerintahan di Garut memiliki rekening tabungan di kami. Terus gaji ASN penggajiannya juga melewati BPR Garut dan pada momen-momen tertentu pak Bupati juga selalu mempromosikan BPR Garut kepada masyarakat,” terang Asep.
Karena berbagai dukungan inisiatif dari pihak Pemda dan Pimpinan Daerah, kata Asep, BPR Garut pun mulai mengembangkan strategi penetrasi pasar dengan melakukan berbagai pendekatan secara langsung kepada masyarakat.
“Misalnya kami selalu berupaya agar hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat baik itu sifatnya sponsorship maupun kekeluargaan. Kita dekati secara personal para pimpinan desa maupun tokoh-tokoh masyarakat, dan terus menjalin hubungan baik dengan mereka. Intinya Kami berusaha meningkatkan kehadiran dan partisipasi kami di tengah masyarakat. Karena kedekatan ini juga NPL (Non Performing Loan.red) kami bisa bagus diangka 3,64 persen lah,” ujarnya.
Faktor yang terakhir adalah manajemen SDM pegawai BPR Garut. Asep menuturkan keberhasilan Bank saat ini tak terlepas dari kinerja baik yang ditunjukan oleh setiap elemen di dalam perusahaanya. Para pegawai merupakan asset berharga perusahaan dan karenanya, pengembangan SDM menjadi salah satu fokus dari BPR Garut.
“Ketersediaan SDM yang berkualitas merupakan asset penting dalam keberlangsungan bisnis Bank BPR garut. Bank BPR Garut senantiasa mengedepankan potensi SDM dengan mencanangkan kerangka kerja human capital yang terintegrasi selaras dengan strategi bisnis dan proses tata kelola perusahaan,’ ujar Asep
Program pengembangan SDM BPR Garut sendiri menurut Asep ada 4 unsur yakni pertama; HC (Human Capital) Acquisition, yakni upaya perusahaan untuk merekrut talent terbaik dengan melibatkan pihak ketiga yang dalam hal ini adalah perguruan tinggi dan sekolah-sekolah, kedua; HC Development yakni talent-talent terbaik yang direkrut diberi kesempatan berkompetisi mencapai posisi tertentu di perusahaan berdasarkan direktori kompetensi yang ditetapkan.
Ketiga, HC Retention yakni penerapan prinsip 3P (person, position, dan performance) dalam memberikan renumerasi kompetitif sesuai bobot tanggung jawab pekerjaan dan kontribusi yang diberikan oleh karyawan dan keempat, HC Enggagment yakni keterikatan karyawan menjadi salah satu indicator keberhasilan Bank dalam mengelola karyawan, di tahun 2018 BPR Garut melakukan survey untuk menyusun langkah bank dalam mendukung kinerja Bank menjadi lebih baik.
Penulis: Aby Abduljabbar Siddiq
