Dijelaskan, tahun 2017, laba yang diraih senilai Rp 914 juta. Sementara untuk tahun 2018, pencapaiannya di Rp 97 juta.
Penurunan laba itu, Agus menjelaskan, karena pihaknya di tahun 2017 fokus ke penanggulangan bencana seperti banjir. Dan dampaknya ke neraca, terlihat di tahun 2018.
Dijelaskan juga, per akhir 2018, PDAM Kabupaten Pacitan punya pelanggan sebanyak 20.785 SR (sambungan rumah), dan 35 HU (hidran umum).
Cakupan pelayanan terbesar ada di Kecamatan Donorojo dengan angka 90 persen. Kemudian, Kecamatan Pringkuku sebesar 74 persen, serta Kecamatan Punung dengan 71 persen.
“Untuk tingkat kebocoran, di 27 persen pada akhir 2018. Kalau dulu pernah mencapai 30-an persen,” ucap Agus.
