Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Romli Eko Wahyudi, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa pihaknya sulit bila sekadar mengandalkan pendapatan retribusi. Oleh karena itu, PD Pasar Tohaga menggelar strategi pengembangan bisnis.
“Dari situ, ada sejumlah unit usaha baru,” kata Romli dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD 2019.
Dia menjelaskan, unit usaha baru itu adalah, pertama, Tohaga Mikro yang merupakan pembiayaan untuk pegawai/pedagang.
Kedua, Tohaga Logistik. Ini adalah unit bisnis trading komoditas dan pengawasan persediaan pangan.
Ketiga, Tohaga Parking, yang merupakan bisnis pengelolaan parkir dengan sistem komputerisasi di pasar-pasar. “Kalau dulu, untuk pengelolaan parkir, diserahkan ke pihak lain. Sekarang, dari sebuah pasar, pendapatan bruto kami ada yang Rp 80-an juta tiap bulan,” ucap Romli.
Selanjutnya, Romli menjelaskan bahwa unit bisnis keempat adalah Beras Carita Makmur. Di sini, beras segar dari Kabupaten Bogor, didistribusikan untuk para aparatur sipil negara di kabupaten tersebut. “Kini yang kami distribusikan, di angka 85 ton per bulan,” Romli menambahkan.
Unit bisnis keempat itu mendapat dukungan penuh dari bupati Kabupaten Bogor. “Slogan bupati kan ‘Bela Petani, Beli Produknya’,” ucap Romli lagi.
Dijelaskan pula bahwa untuk tahun 2018, pihaknya mencatatkan laba sebesar Rp 2,13 miliar. Ini naik daripada tahun 2017 yang senilai Rp 1,92 miliar.
“Kalau periode 2007-2014, PD Pasar Tohaga mencatatkan kerugian,” kata dia.
Bagi Romli selaku direktur utama, mendapatkan laba adalah hal terpenting. “Dengan laba, ada kebanggaan bagi para karyawan. Dan kami pun lebih mudah berelasi bisnis,” papar Romli.
Per akhir 2018, PD Pasar Tohaga mengelola 30 buah pasar. 2017, jumlah itu di 27 pasar. “Tahun 2016, jumlahnya 24 pasar,” ucap dia.
Penulis: Adhito
