Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama BPR Majalengka Jabar, H. Oci Sanusi, mengatakan di Jakarta hari ini, bahwa angka NPL gross ditargetkan membaik terus di tahun 2019 ini. “Kami menargetkan NPL gross di 5 persen tahun ini,” kata dia saat tanya-jawab dengan Dewan Juri Top BUMD 2019.
Dia menjelaskan bahwa, saat BPR Majalengka Jabar baru terbentuk dari merger, NPL gross tersebut mencapai 18 persen. Perbaikan terus berlangsung dan angka NPL gross terus menurun.
“Pada tahun 2017, angka NPL gross di 7,42 persen. Dan 2018, menurun lagi ke 7,12 persen. Kalau NPL net, di tahun itu sebenarnya sudah di bawah 5 persen,” Oci menjelaskan lagi.
Ada dijelaskan pula bahwa pada tahun 2018, pihaknya mencatatkan laba sebesar Rp 935 juta. Angka tersebut lebih baik ketimbang di tahun 2017 yang sebesar Rp 868 juta.
Untuk aset tahun 2018 tercatat Rp 58 miliar. Tahun 2017, di Rp 55 miliar. Adapun tahun 2016, nilai aset tercatat Rp 45 miliar.
Oci pun menjelaskan bahwa gubernur Jawa Barat sebagai pemegang saham mayoritas, mengarahkan agar BPR Majalengka Jabar banyak fokus kepada kredit mikro.
“Saat bank ini terbentuk dari merger beberapa bank, yang diinginkan dalam jangka pendek adalah agar bank ini sehat lebih dulu. Di merger itu, ada dua bank yang gagal bayar,” kata Oci.
Penulis: Adhito
