TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pendapatan Usaha DUTI Kerek Laba Bersih Naik 70 Persen

Busthomi
28 March 2019 | 13:54
rubrik: Business Info
Properti Menengah Bawah: Potensial Tetapi Dinafikan Pengembang

Foto: Adhito/BusinessNews Indonesia

 

Jakarta, TopBusiness – Salah satu pengembang properti, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), sukses mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 70,27% menjadi Rp911,49 miliar pada tahun 2018 dari tahun sebelumnya di angka Rp535,31 miliar.

Teky Mailoa, Direktur Utama DUTI, menuturkan, kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan usaha yang melompat 29,50% menjadi Rp2,23 triliun pada tahun lalu dibandingkan Rp1,72 triliun di 2017.

“Pendapatan usaha dan laba bersih meningkat ditopang oleh produk residensial dan komersial. Hal ini membuktikan bahwa produk-produk kami masih diminati oleh konsumen berkat kualitas dan inovasi yang kami tawarkan,” kata Teky, di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Lebih jauh, dia menjelaskan, pendapatan usaha tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan tanah, rumah tinggal dan ruko dan pendapatan sewa.

Marketing sales DUTI juga meningkat yang didukung oleh sejumlah proyek strategis, seperti Southgate di TB Simatupang, Jakarta Selatan, Banjar Wijaya, Grand Wisata serta Kota Wisata.

Adapun, laba usaha DUTI itu meningkat 55,24% menjadi Rp973,35 miliar. Ini merefleksikan marjin laba usaha yang sebesar 43,73%.

Sementara itu, lanjut dia, meroketnya laba bersih pada 2018 membuat marjin laba bersih tercatat 40,95% dan return to equity (ROE) sebesar 11,96%.

Dari sisi neraca, lanjutnya, DUTI memiliki kas yang sangat kuat yakni sebesar Rp2,53 triliun. Adapun, jumlah aset meningkat 19,55% menjadi Rp12,64 triliun pada akhir tahun lalu, sementara jumlah ekuitas naik menjadi Rp9,41 triliun, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp8,33 triliun.

“Peningkatan jumlah aset juga diperkuat oleh peningkatan Uang Muka Diterima (UMD). Capaian positif ini berkat kepercayaan konsumen yang tinggi terhadap produk-produk kami yang selalu memberikan nilai tambah,” tutur Teky.

Pada tahun lalu, UMD meningkat menjadi Rp2,21 triliun. Ini sebagai dampak dari peningkatan marketing sales DUTI tersebut.

BACA JUGA:   Tutup Hotel, Bisnis Duta Pertiwi Tetap Aman

“Artinya produk-produk dari sejumlah proyek perusahaan sudah tinggal menunggu proses penyerahan kunci saja,” kata dia.

Dengan kondisi seperti itu, imbuh dia, pihaknya yakin kinerja positif yang diraih pada tahun 2018 akan dapat dipertahankan pada tahun ini.

“DUTI akan terus melanjutkan proyek-proyek strategis dan meningkatkan pemasaran untuk memperkuat capaian tersebut,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

 

Tags: Duta Pertiwi
Previous Post

SPKS Desak Perda Kemitraan Sawit Segera Terbit

Next Post

Meski Aset Naik, Laba Bersih BSDE Tergerus Jadi Rp 1,29 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR