TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Asuransi Terus Kontribusi di Tahun Politik

Achmad Adhito
30 March 2019 | 10:14
rubrik: Business Info
Genjot Penetrasi, Insurance Day Digelar di 18 Kota

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusines—Pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) pada tahun ini dinilai tak memengaruhi perolehan bisnis industri asuransi. Justru industri ini dinilai tetap akan membukukan kenaikan premi.

Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan dunia usaha dan masyarakat umum dalam mengelola risiko yang timbul akibat dari dinamisnya kondisi nasional dan global. Sehingga dituntut harus lebih inovatif.

Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, perkembangan asuransi ini terus bertumbuh positif dan inovatif, apalagi didukung sarana teknologi dan data yang akurat.

“Masalah asuransi itu, tak hanya terkait teknologi tapi juga dalam pengumpulan data nasabah. Anda tidak bisa melahirkan langkah besar inovasi dalam dunia asuransi jika data tidak tersedia dengan baik,” ungkap Darmin dalam acara Indonesia Insurance Innovation Award (IIIA) 2019 yang digelar Majalah Gatra dengan ThinknovateComm di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Dia menegaskan, bicara dunia asuransi, harus ada kecerdikan dengan data terbatas, tapi mampu melahirkan inovasi, baik dalam hal produk, layanan, dan sebagainya. “Jadi bisa bersaing dengan dengan negara lain,” kata Menko.

Berdasar data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), terjadi peningkatan pendapatan premi bruto semester I-2018 Rp33,1 triliun atau tumbuh 11% secara tahunan. Atau lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya di Rp29,84 triliun.

Lalu diikuti oleh pertumbuhan asuransi umum di mana Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan kinerja pada kuartal II-2018 dengan total pendapatan premi tumbuh 5,5 persen.

Hal itu, lanjut dia, terjadi sebagai hasil dari meningkatnya pertumbuhan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan, menjadi Rp 93,58 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 88,66 triliun.

“Maka, pelaku industri asuransi di Indonesia dituntut untuk memiliki inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandas keterangan resmi yang diterima media dalam gelaran IIIA 2019 itu.

BACA JUGA:   Mudik Aman dengan SNI

IIIA 2019 ini bentuk penghargaan kepada perusahaan asuransi yang memiliki kinerja terbaik dan yang memiliki inovasi baru baik dalam produk maupun layanan kepada customer.

Penilaiannya melalui beberapa pendekatan yaitu desk research, media monitoring, dan consumer survey. Untuk pendekatan desk research, perusahaan asuransi dibedakan menjadi tiga kategori penilaian yaitu perusahaan asuransi umum, jiwa dan reasuransi.

Selanjutnya, perusahaan umum dan jiwa dikelompokkan berdasarkan pendekatan jumlah aset yang dimiliki. Untuk kategori asuransi jiwa, yaitu: aset lebih dari Rp30 triliun; aset di antara Rp10-30 triliun; aset di antara Rp5-10 triliun; aset di antara Rp1-5 triliun, dan aset kurang dari Rp1 triliun.

Kategori asuransi kerugian, yaitu: aset lebih dari Rp10 triliun; aset di antara Rp4-10 triliun; aset di antara Rp1,5-4 triliun; aset di antara Rp500 miliar-1,5 triliun; dan aset kurang dari Rp500 miliar.

Untuk kategori reasuransi, dengan penilaian dilakukan melalui analisa laporan keuangan (LK) yakni untuk LK kuartal III-2017 dan kuartal III-2018. Dan tidak memasukan perusahaan tanpa LK dan perusahaan yang dibekukan.

Selain penghargaan berdasarkan pendekatan laporan keuangan, tim riset juga melakukan survey terhadap 1.200 pemegang polis asuransi dengan minimal anggota kepesertaan selama 2 tahun, tingkat pendidikan minimal S1, SES A, usia 25-50 tahun, dan domisili di Jabodetabek.

Tercatat ada 52 perusahaan asuransi yang mendapat apresiasi dan terbagi dalam delapan kategori.

Penulis: Tomy

Tags: industri asuransi
Previous Post

Ekspansi Kredit UMKM Bank BPD Bali terus Digenjot

Next Post

Kualitas Layanan Nasabah Prioritas Utama BPR Babakan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR