Jakarta, TopBusiness – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bulungan, terpilih menjadi salah satu BUMD yang diundang untuk mengikuti sesi penjurian oleh Dewan Juri TOP BUMD 2019 yang diselenggarakan oleh Madani Group.
BPR Bulungan berlokasi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara dan mulai beroperasi tahun 2012.
BPR ini didirikan untuk meningkatkan pelayanan perkreditan kepada masyarakat dan memacu pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Bulungan.
Pemegang sahamnya 100 persen adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Saat ini, BPR Bulungan memiliki jaringan 1 kantor pusat dan 1 kantor kas dengan jumlah sumber daya manusia 35 orang.
“Menjadi BPR yang terpercaya untuk pembangunan perekonomian masyarakat usaha mikro, kecil dan menengah di Kabupaten Bulungan adalah visi kami,” kata Lenny Marlina, Direktur Utama BPR Bulungan, saat penjurian TOP BUMD 2019 di Jakarta, Jum’at (29/3/2019).
Lenny Marlina menjelaskan BPR yang dipimpinnya saat ini memiliki produk yaitu tabungan, kredit, deposito, dan layanan.”
Strategi BPR Bulungan
Untuk meraih kesuksesan, BPR Bulungan menjalankan strategi sebagai berikut. Pertama, Dalam rencana bisnis fokus pada target market-nya yaitu UMKM, ASN, koperasi, pegawai tidak tetap (PTT), karyawan swasta, dan pelajar. Mereka diberikan fasilitas perbankan. Dalam pelaksanaannya memperhatikan aspek biaya dan efisiensi.
Kedua, BPR Bulungan selalu melakukan inovasi dan marketing investment. “Kami telah menandatangani MoU dengan OPD Provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan. Dampaknya luar biasa karena kami dapat menyalurkan kredit rata-rata Rp 700 juta sampai Rp 1 miliar per bulan. Ini ditujukan ke pegawai tidak tetap (PTT) karena mereka adalah market yang belum digarap oleh kalangan perbankan di daerah kami,” jelas Lenny Marlina.
“Kami juga telah melakukan M-collection yang mengambil setoran harian dari nasabah menggunakan EDC. Nasabah akan mendapat bukti setoran langsung saat itu juga.”
Ketiga, dampak dari kedua strategi di atas adalah tercapainya peningkatan pertumbuhan profit. “Dari aspek aset, profit dan setoran ke pendapatan asli daerah (PAD) dari tahun 2017 ke 2018 secara konsisten meningkat.”
“Kredit, tabungan, deposito, dan NOA, di periode yang sama juga meningkat,” tambah Lenny.
Capaian Kinerja Tahun 2018
Sepanjang 2018, BPR Bulungan memperoleh sejumlah capaian kinerja yaitu di bidang keuangan meningkatnya aset, profit dan setoran ke PAD Kabupaten Bulungan.
Di bidang pemasaran dan layanan, peresmian kantor kas. Menyelenggarakan payment point online bank yaitu loket yang dapat digunakan untuk membayar berbagai tagihan dalam satu tempat, dan menyebarkan kuesioner kepada nasabah untuk mengukur tingkat kepuasan layanan dari BPR Bulungan.
Dalam bidang Human Capital, melakukan internalisasi budaya perusahaan, internalisasi Good Corporate Governance, melakukan pengukuran kinerja karyawan. Juga memberikan pendidikan kepada karyawan. Untuk salary diberikan sebanyak 15 kali.
Untuk manajemen kinerja juga telah dilakukan kegiatan meluncurkan Tabungan SIMAPAN (Simpanan Masa Depan) merupakan kombinasi dari Tabungan dan Deposito yang diperuntukkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mempersiapkan masa depan (SIMAPAN), menerapkan Kredit Tanpa Agunan, dan menerapkan kebijakan fleksibilitas atau penyederhanaan proses untuk kredit tanpa bunga.
Di Bidang TI, BPR Bulungan telah menggunakan Disaster Recovery Center (DRC) dan menggunakan unit EDC untuk M-collection.
Peran BPR Bulungan Dalam Memberantas Rentenir
“Untuk memberantas rentenir, strategi yang kami jalankan meliputi menyediakan kredit tanpa agunan, mengadakan tabungan harian, membuka kantor kas, dan memberikan pelayanan one day service,” kata Lenny Marlina.
“Ke depannya, BPR Bulungan akan terus meningkatkan peran dan kontribusinya meningkatkan sumbangannya ke APBD dan pembangunan ekonomi daerah,” tutup Lenny Marlina.
Penulis: Teguh Imam Suyudi
