Jakarta — PT Pertamina seyogianya memfokuskan diri ke bisnis produksi energi seperti minyak, gas, dan lain-lain. Tidak perlu terlalu banyak bergerak ke bidang perdagangan minyak. “Pola pikir Pertamina mesti berubah. Bukan ke trading minyak,” kata Anggota Komisi VI DPR RI, Ferrari Romawi, di Jakarta hari ini.
Ia mengatakan, dengan pemfokusan tersebut, Pertamina bisa menjadi perusahaan kelas dunia. Dengan pemfokusan itu, Pertamina tidak akan direpotkan oleh hal-hal seperti urusan perdagangan minyak. “Untuk mencapai target masuk peringkat 50 di

Fortune Global 500 di tahun 2025, Pertamina harus membuat pemfokusan itu,” kata legislator dari Partai Demokrat tersebut.
Pertamina perlu sangat memerhatikan hal itu karena juga terkait dengan defisit neraca perdagangan Indonesia. Saat ini, produksi minyak menurun dan impor banyak dilakukan sehingga memengaruhi neraca perdagangan. “Produksi minyak Pertamina perlu terus ditingkatkan sehingga impor minyak bisa menurun,” dia mengatakan.
Lebih lanjut Ferrari mengatakan, sangat mengapresiasi langkah Pertamina mengakuisisi blok minyak di luar negeri. “Tapi bagaimana dengan produksi minyak di dalam negeri? Hal ini harus diperhatikan,” kata Ferrari.