Jakarta TopBusiness – PT Bank DKI terus berbenah diri dalam memperbaiki performa kinerja keuangan. Salah satu diantaranya, adalah perbaikan yang dilakukan dalam hal penyaluran kredit yang berkualitas.
Demikian disampaikan Direktur Keuangan Bank DKI Sigit Prastowo, dalam acara penjurian Top BUMD 2019 yang berlangsung di Mercantile Athletic Club, World Trade Center I, Jakarta, Senin.
Kemudian, dia menyebutkan beberapa hal yang menjadi titik perhatian perseroan dalam rangka memitigasi risiko penyaluran kredit. Yaitu, fokus pemberian kredit di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Kemudian, melakukan sentralisasi pada proses kredit, kewenangan, dan administrasi kedit. Selanjutnya, fokus pada segmen kredit dengan NPL rendah.
“Tak kalah penting, perbaikan SOP perkreditan. Dan pelaksanaan training secara masif,” katanya.
Atas usaha yang dilakukan tersebut membuahkan hasil. Tercatat NPL pada Desember 2018 sebesar 2,66%, atau turun berangsur-angsur dari sebelumnya 7,96% (2015), 5,35% (2016), dan 3,76% (2017).
Tak berhenti di sana saja, perseroan mampu mengakselerasi kredit mikro. Sepanjang tahun lalu, Bank DKI terus meningkatkan layanan kepada UMKM melalui fokus penjualan di pasar-pasar serta implementasi mobile collection system dalam menjaga kualitas kredit.
Tahun 2018, total kredit mikro tersalurkan mencapai Rp 699 miliar atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 620 miliar. NPL mikro pun terjaga hanya sebesar 0,33% di 2018, padahal sebelumnya 0,95% (2017) dan 1,92% (2016).
Posisi keuangan keuangan perseroan. Tahun 2018, aset mencapai Rp 53,028 triliun, kredit dan pembiayaan Rp 34,696 triliun dan dana pihak ketiga Rp 37,293 triliun.
Sementara CAR 24,23% , ROA 2,24%, ROE 10,62%, NIM 5,57% dan BOPO 75,17%, serta LDR 93,04%.
Penulis : Agus H
