Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama dan CEO Sucofindo, Bachder Djohan Buddin menegaskan, dalam masa 4 tahun ini pihaknya banyak melakukan perbaikan di seluruh lini dengan tujuan mengubah pola dan budaya kerja agar perusahaan tidak terlindas jaman.
“Kami tidak ingin perusahaan milik anak negeri ini telah berusia 62 tahun dengan korbisnisnya ini mati dan terlindas oleh para pesaing dari luar negeri, banyak perusahaan asing yang akan masuk ke dalam negeri untuk mengelolah bisnis yang selama 62 tahun digeluti oleh Sucofindo ini. Jika tidak dilakukan pembenahan serta penyegaran di seluruh lini BUMN ini bisa terkubur,” terang Bachder dalam sebuah penjurian rating GRC di Jakarta diselengarakan majalah bergensi Top Business di Jakarta, Selasa (16/4/2019).
Sucofindo merupakan perusahaan dengan core business sebagai perusahaan penyedia jasa layanan laboratorium dengan keungulan memiliki peralatan dengan teknologi terkini, serta memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kemampuan pada bidang jasa tersebut.
Bachder yang merupakan mantan Dirut Kawasan Industri Makasar ini menjelaskan, Sucofindo sebagai perusahaan Surveyor dalam menjalankan bisnisnya sudah leading, karena kemampuan perusahaan surveyor ini sudah tak diragukan lagi. “Ini sangat terlihat jelas dengan kontrak dengan perusahaan pertambangan emas milik Paman Sam-USA, PT Freeport Indonesia (PT FI) di Timika-Papua hanya mempercayakan kerjasama surveyornya kepada Sucofindo,” tegas putra Makasar ini.
Akan tetapi tegas Bachder, Sucofindo ini perlu disegarkan kembali agar dikelola dengan kaidah tata kelola perusahaan baik dan benar. “Saya sebagai Mr. Clean ini telah berupaya menyegarkan kembali kinerja dan tata kelola perusahaan dengan baik benar. Seperti salah satu contoh, kami telah membenahi sector keuangan, ketika saya menjabat pada tahun 2014 piutang perusahaan sebesar Rp 352 miliar, selama empat tahun kami bisa menyelesaikan tagihan piutang kepada seluruh perusahaan. Kami bentuk team khusus penagihan piutang langsung pelaporannya di bawah direksi, hasil sangat membangkan kinerja team pitang ini bisa menagih utang tersebut, sekarang piutang kami hanya tingal Rp 60 miliar, dalam jangka 4 tahun saja. Kami juga melibatkan pihak Kejaksaan sebagai pengaca negara dalam penagihan tersebut, ucap Bachder.
“Penyehatan tata kelola perusahaan baik dan benar ini akan menjadikan perusahaan ini semakin sehat serta akan memperkuat daya saing perusahaan ini, karena sudah banyak perusahaan asing mengincar bisnis yang kami lakukan ini. Dijelaskan Bahder lagi, pada tahun 2020 sebanyak 400 SDM dan tenaga ahli kami akan memasuki masa pensiun. Jadi kami juga sedang mempersiapkan penganti tenaga ahli kami agar perusahaan ini tidak mengalami degradasi kualitas,” tegas Insinyur Arsitektur ini.
Penulis: Albarsyah
