Jakarta, TopBusiness—Pakar strategi DBS Group Research, Duncan Tan, memprediksi bahwa inflasi di Indonesia kemungkinan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan kenaikan harga grosir akhirnya berimbas pada konsumen.
“Mengingat semua itu, kami berpendapat bahwa inflasi akan tetap di bawah 3%, jauh di bawah batas atas BI, yang sebesar 4,5%,” kata dia dalam keterangan pers yang diterima pagi ini oleh Majalah TopBusiness.
Tan mengatakan, di sisi lain, neraca perdagangan mencatat surplus dalam dua bulan berturut-turut berkat harga minyak, yang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan kuartal empat 2018.
Surplus itu pun diakibatkan dampak pelemahan Rupiah, yang akhirnya memengaruhi harga dan permintaan impor.
Tan pun memprediksi, “Karena Bank Sentral AS berubah haluan dan lebih mendukung pertumbuhan dan di dalam negeri, Rupiah dan inflasi berada dalam tingkat nyaman bagi BI.
Satu-satunya faktor yang perlu diwaspadai lebih lanjut adalah perkembangan neraca perdagangan dan neraca berjalan.”
Untuk saat ini, kata dia, DBS memprediksi bahwa BI kemungkinan memertahankan kebijakannya pada tahun ini, karena ketidakpastian global tetap membayangi arus perdagangan dan modal. Diperlukan lebih banyak data neraca perdagangan untuk menyimpulkan sebaliknya.
(Adhito)
