TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Krisis Minyak Bikin Rupiah Loyo

Busthomi
25 April 2019 | 11:02
rubrik: Business Info
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih di teritori negatif. Hal ini dikarenakan oleh masalah krisis minyak dunia akibat AS menyetop minyak dari Iran ke negara importirnya.

Berdasar perdagangan di pasar spot mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.111 atau anjlok 6 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp14.105. Dan dalam satu jam pertama lajunya kian memerah ke tangga Rp14.150 atau menukik 0,32%.

Menurut analis pasar uang dari Monex Investindo, Dini Nurhadi Yahsyi pergerakan rupiah akan terpengaruh oleh sentiment dari dalam dan luar negeri. Dari domestik masalah cadangan devisa (cadev) bisa menjadi momok yang menakutkan. Dan sekarang bisa jadi akan kian tergerus.

“Ada ada kekhawatiran defisit cadangan devisa bisa menekan kurs rupiah terhadap USD. Karena kondisi cadev ini sangat rentan terhadap sentiment pasar,” ujar dia di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Apalagi, Bank Indonesia (BI) sendiri akan selalu menggunakan devisanya ketika melakukan intervensi di pasa moneter.

Kondisi cadev ini memang akan terimbas langsung dari masalah krisis minyak di dunia. Hal ini, kata Dini, sebagai efek dari harga minyak yang melonjak akibat dari kebijakan AS yang meminta delapan negara yang mendapat pasokan minyak dari Iran untuk menghindari aktivitas beli. Jika tidak, AS mengancam untuk menjatuhi sanksi ke negara tersebut.

Tentu saja, lanjut Dini, persediaan minyak mentah dunia akan berkurang dan sudah pasti harga minyak bakal melambung. “Dan kita sebagai negara importir minyak tentu akan terbebani karena harganya naik,” jelas dia dengan menambahkan masih ada sentiment dari suku bunga BI & day Repo Rate yang kemungkinan kembali akan ditahan.

BACA JUGA:   Korporasi Ekstra Hati-hati, Pasar Perkantoran Jakarta Belum Pulih

Dengan kondisi pasar yang seperti itu, Dini memproyeksi laju mata uang Garuda hari ini akan berada di kisaran Rp14.035 per USD sampai Rp14.140 per USD.

Penulis: Tomy

Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

RUPST BIPI Sepakati Rencana Refinancing Senilai US$ 235 Juta

Next Post

Ini Prediksi Terbaru Makro Ekonomi RI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR