TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

RUPST BIPI Sepakati Rencana Refinancing Senilai US$ 235 Juta

Busthomi
25 April 2019 | 11:01
rubrik: Capital Market
Akhir Pekan, IHSG Bertengger di Zona Merah

FOTO : Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) telah memberikan restu ke perseroan untuk memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) atas pinjaman entitas anak usaha senilai US$ 235 juta.

Hal ini seperti dijelaskan oleh Direktur Keuangan BIPI, Michael Wong seusai RUPSLB di Jakarta, seperti ditulis Kamis (25/4/2019).

“RUPS-LB menyetujui pinjaman baru sebesar USD235 juta. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap perseroan,” kata Michael.

Menurut Michael, BIPI telah menyelesaikan pembiayaan kembali (refinancing) dengan mendapatkan pinjaman baru sebesar US$ 235 juta dari beberpa kreditor asing. “Akhir 2018, kami melakukan refinancing atas utang dari lender-lender kami,” ucapnya.

Sepanjang 2018, pendapatan perseroan mengalami peningkatan menjadi US$ 27,16 juta dan beban pokok BIPI juga turun menjadi US$ 5,22 juta. Dengan laba bruto sebesar US$ 21,94 juta dari sebelumnya mengalami rugi bruto sebanyak US$ 5,58 juta.

Secara laba neto, kata dia, perseroan mencatat US$ 21,89 juta atau merupakan penurunan dari tahun sebelumnya sebesar US$ 65,61 juta. Hal ini dikarenakan secara relatif beban keuangan 2018 masih lumayan tinggi.

“Meski begitu, keberhasilan refinancing ini yang memberikan jangka waktu jatuh tempo lebih panjang dan tingkat bunga lebih rendah diharapkan arus kas kami lebih baik, sehingga kewajibannya bisa dilunasi,” terang dia.

Selain itu, lanjut Michael, RUPS Tahunan BIPI juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih 2018 yang semuanya akan dimasukkan sebagai laba ditahan. “Semua laba akan dimasukkan sebagai cadangan perusahaan untuk memperkuat permodalan,” tuturnya.

Dari sisi kinerja, sampai akhir 2018, berhasil memberikan pelayanan batubara yang relatif baik kepada klien utama yakni PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.

BACA JUGA:   Gandeng Investor Strategis, STRK Fokus Penetrasi Pasar Baru

Pelayanan batubara itu melalui entitas anak perseroan yakni PT Mitratama Perkasa (MP) dan PT Nusa Tambang Pratama (NTP) berhasil mencapai target 72,43 juta ton dengan kontribusi MP dan NTP masing-masing sebesar 17,12 juta ton dan 55,31 juta ton.

Penulis: Tomy

Tags: BIPIRUPST
Previous Post

Kinerja Mulai Naik, Garuda Kembali Rombak Manajemen

Next Post

Krisis Minyak Bikin Rupiah Loyo

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR