Jakarta, TopBusiness – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyepakati untuk kembali merombak jajaran manajemen, baik dari komisaris maupun dari direksi.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan menerangkan, perubahan manajemen ini sejalan dengan dinamika industri penerbangan yang semakin kompetitif, akselerasi bisnis perusahaan juga turut harus dikembangkan.
Sehingga, melalui struktur manajemen baru tersebut diharapkan dapat mendukung upaya perseroan dalam mengakselerasi kinerja bisnis yang dijalankan.
“Manajemen Garuda Indonesia berterima kasih kepada jajaran direksi dan komisaris periode sebelumnya atas segala dedikasi yang telah diberikan kepada perusahaan selama ini dalam mendukung upaya perusahaan menghasilkan output bisnis yang sustainable,” jelas Ikhsan, di Cengkareng, Tangerang, seperti ditulis Kamis (25/4/2019).
Sesuai keputusan RUPST tersebut, kata dia, dilakukan pemberhentian dengan hormat terhadap I Wayan Susena sebagai Direktur Teknik dan Nicodemus Panarung Lampe sebagai Direktur Layanan, serta penyesuaian struktur direksi baru yang akan bertugas mendampingi Direktur Utama.
Dengan demikian, maka susunan Direksi Garuda Indonesia sesuai hasil RUPST adalah sebagai berikut:
1. Direktur Utama: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
2. Direktur Operasi: Capt Bambang Adisurya Angkasa
3. Direktur Teknik & Layanan: Iwan Joeniarto
4. Direktur Human Capital: Heri Akhyar
5. Direktur Niaga: Pikri Ilham Kurniansyah
6. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha: Mohammad Iqbal
7. Direktur Keuangan & Manajemen Resiko: Fuad Rizal.
Sementara itu, lanjut dia, untuk susunan Dewan Komisaris Garuda Indonesia juga mengalami perubahan dengan dilakukannya pemberhentian secara hormat kepada Agus Santoso sebagai Komisaris Utama/Komisaris Independen, Chairal Tanjung, Dony Oskaria, Muzaffar Ismail dan Luky Alfirman sebagai komisaris.
Dengan begitu, kata dia, dari RUPST itu masuknya sejumlah nama baru dan diangkat kembali seperti Chairal Tanjung. Sehingga komposisi dewan komisaris menjadi sebagai berikut:
1. Komisaris Utama: Sahala Lumban Gaol
2. Komisaris Independen: Herbert Timbo P. Siahaan
3. Komisaris Idependen: Insmerda Lebang
4. Komisaris Independen: Eddy Porwanto Poo
5. Komisaris: Chairal Tanjung.
Sepanjang 2018 lalu, sejatinya kinerja GIAA mulai naik. Tercatat perseroan mengalami laba bersih sebesar US$ 5,018 juta. Padahal pada 2017, Garuda rugi hingga US$ 213,4 juta.
Semebtara itu, hingga kuartal I-2019, Garuda juga masih mengantongi laba bersih (net income) sebesar US$ 19,7 Juta atau tumbuh signifikan dari rugi US$ 64,3 juta di kuartal I-2018. Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan yang tumbuh sebesar 11,9 persen menjadi US$ 1,09 miliar.
Kinerja positif tersebut, kata dia, turut ditunjang oleh lini pendapatan layanan penerbangan berjadwal sebesar US$ 924,9 juta atau tumbuh sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal I-2018.
Selain itu, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kinerja ancillary revenue dan pendapatan anak usaha lainnya sebesar 27,5 persen dengan pendapatan mencapai US$ 171,8 juta.
Penulis: Tomy
