Jakarta, TopBusiness—Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan di Jakarta bahwa BUMD (badan usaha milik daerah) di propinsi tersebut banyak memerhatikan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Penyebab hal itu karena banyaknya wirausaha di Sumatera Barat yang bertaraf UMKM.
“Dengan demikian, BUMD kami seperti Jamkrida Sumbar, arahnya ke UMKM,” kata Irwan dalam wawancara khusus dengan Majalah TopBusiness belum lama ini.
Dia mengatakan, dengan perhatian yang diberikan BUMD seperti Jamkrida Sumbar, ada diharapkan bahwa UMKM dapat terus tumbuh dengan baik. “Adapun kredit untuk UMKM, berasal dari Bank Nagari,” kata dia.
BUMD di Sumatera Barat harus paralel dengan kebutuhan masyarakat. “Kalau misalnya BUMD kami mengurus bisnis percetakan, itu rasanya kurang pas. Maka, BUMD yang seperti itu, kami gabungkan,” kata Irwan.
Setelah penggabungan itu, BUMD bisa lebih paralel dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya dengan bergerak di bidang trading.
Energi dan Pariwisata
Dijelaskan pula oleh Irwan bahwa investasi yang harus diintensifkan di Sumatera Barat adalah yang terkait dua sektor. Yakni, energi dan pariwisata.
Dalam hal aktivitas ekonomi, Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Barat berperan sebagai regulator ataupun fasilitator.
“Kalau pemda lantas bermain sebagai pemain ekonomi, terasa kurang pas.”
Dikatakan juga oleh Irwan bahwa, idealnya, BUMD di Sumatera Barat berada di wilayah yang tidak dimasuki oleh swasta.
“Contohnya, seperti yang diperankan Jamkrida Sumbar itu. BUMD tersebut cepat mendapatkan keuntungan,” kata Irwan.
(Adhito)
