Jakarta, TopBusiness – Indikator-indikator kinerja perusahaan milik negara selama 2018 meningkat signifikan, mulai dari laba, ekuitas, belanja modal (capital expenditure/capex), hingga kontribusi terhadap APBN seperti pajak, pendapatan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.
Hingga 31 Desember 2018, total aset BUMN menembus angka Rp8.092 triliun, melonjak Rp882 triliun atau sekitar 12 persen dibanding aset pada 2017 sebesar Rp 7.210 triliun. “Sedangkan Total laba BUMN tumbuh menjadi Rp 188 triliun dari laba 2017 sebesar Rp 186 triliun,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno di sela peresmian groundbreaking (peletakan batu pertama atau pembangunan tahap awal) gedung BUMN Center di komplek Kementerian BUMN, Jakarta, Minggu (6/5/2019).
Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur pun terlihat dari belanja BUMN yang meningkat sepanjang 2018 mencapai Rp487 triliun. Angka itu naik signifikan dibandingkan 2017 sebesar Rp315 triliun. Sementara belanja modal 2018 itu didominasi oleh sektor infrastruktur.
Kontribusi BUMN terhadap APBN juga melonjak menjadi Rp 422 triliun, naik Rp 68 triliun dari setoran 2017 sebesar Rp 354 triliun.
Dalam kata sambutannya saat groundbreaking mengatakan bahwa gedung BUMN Center dibangun dengan maksud untuk memudahkan koordinasi antar perusahaan BUMN. Gedung tersebut nanti disebut gedung “Sinergi Delapan”, dengan setiap perwakilan BUMN akan membuka kantor perwakilan di gedung BUMN Center tersebut.
