TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Summarecon Optimisitis Pasar Properti 2019 Positif

Nurdian Akhmad
21 June 2019 | 11:09
rubrik: Business Info
Summarecon Optimisitis Pasar Properti 2019 Positif

FOTO: Ist/Summarecon

Jakarta, TopBusiness – Kondisi sektor properti yang sejak 2015 lalu mengalami banyak tantangan, diprediksi bakal bergerak positif di tahun ini. Hal ini ditandai oleh beberapa faktor yang bisa membuat laju sektor ini kian ciamik.

Beberapa hal tersebut adalah laju suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang bergerak stabil, kondisi perpolitikan yang kondusif usai gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres), hingga kebijakan insentif perpajakan terhadap barang mewah atau PPNBM.

Menurut Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto P. Adhi, kondisi properti tahun ini bakal positif, karena banyaknya relaksasi dari BI berupa kebijakan Loan to Value (LTV) dan juga relaksasi perpajakan terhadap Pajak Penghasilan (PPh) maupun Pajak Pertambahan Nilai (PPNBM).

“Dari mulai PPh untuk sektor ini (PPh final penjualan tanah dan bangunan) dari 5 persen menjadi 2,5 persen. Dan kemarin baru saja ada relaksasi PPNBM untuk rumah di bawah Rp30 miliar tak kena PPNBM,” jelas dia di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, pangsa pasar dari produk-produk properti mewah (high end) yang direlaksasi dari aturan-aturan itu memang tak banyak.

Namun begitu, untuk apartemen yang bernilai di kisaran Rp 10-20 miliar bisa bertumbuh positif.

“Apalagi justru untuk sektor properti ini ada bisnis ikutan yang cukup banyak. Dari riset UI (Universitas Indonesia), justru properti bisnis ikutan atau turunan dari properti itu sebanyak 130 jenis. Dan ini jelas sangat positif terhadap perekonomian nasional,” papar dia.

Sementara untuk produk Summarecon sendiri dengan adanya relaksasi PPNBM ini bisa menggerakkan hot penjualan di sektor menengah ke atas. Seperti produk apartemen seharga di atas Rp 5 miliar ya g ada di Summarecon Serpong.

“Memang demand di market kelas atas itu tetap ada. Tentu akan terus kita kembangkan. Taoi kan relaksasi (PPNBM) itu baru 2-3 hari lalu, jadi kita masih akan terus mendiskusikan ya,” papar dia.

BACA JUGA:   Lamudi: Tingkat Persetujuan KPR Masih Rendah

Adrianto juga menyoroti kondisi konstelasi politik yangmasih menghangat pasca Pilpres ini. Namun begitu justru kondisi ini bisa relatif stabil dan terkendali, Sehingga direspon positif investor properti.

“Memang kita harus syukuri bahwa Pilpres berjalan baik. Ada gejolak sedikit itu masih dalam kondisi normal. Ini membuat iklim usaha positif. Dan saya rasa sebelum Pilpres dan setelahnya ada perbedaan. Dulu investor masih takut, sekarang tidak lagi,” pungkas.

Penulis: Tomy

Previous Post

Sinarmas MSIG Life Lepas 40 Persen Saham Lewat IPO

Next Post

Tol di Jatim Ini Sudah Selesai 70,24%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR