Jakarta, TopBusiness—Perusahaan financial technology (fintech) Danai.id, mampu mencatatkan tingkat NPL (nonperforming loan) di 0 persen. Jadi, sejauh ini, tidak ada kredit yang macet.
“Hal tersebut karena prinsip kehati-hatian ala perbankan, yang kami terapkan,” ujar Presiden Direktur Danai.id, Azhar Abdul Wahab, di Jakarta (25/6/2019), dalam wawancara khusus dengan Majalah TopBusiness.
Azhar mengatakan, pengelola Danai.id banyak yang berlatar belakang eksekutif perbankan. Sehingga memudahkan Danai.id untuk menerapkan prinsip prudensial dalam penyaluran pinjaman. “Saya sendiri, sebelumnya lama berkiprah di perbankan di Jakarta,” papar pria asal Malaysia tersebut.
Satu strategi yang ditempuh Danai.id adalah skema B2B to C (business to business to consumser) dalam memediasi pinjaman. Danai.id bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang ingin memberikan pinjaman ke karyawan. Lantas, divisi HRD perusahaan tersebut akan memotong rutin gaji karyawan untuk pembayaran angsuran pinjaman yang dimediasi Danai.id.
Cara ini pun menjaga kelancaran pembayaran kredit.
Azhar berkata, “Sampai saat ini, kami sudah bekerja sama dengan 17 perusahaan dan satu dana pensiun,” papar Azhar.
Dia pun menjelaskan, Danai.id sejak mulai operasional di awal tahun 2019 sampai kini, telah menyalurkan pinjaman senilai Rp 2,5 miliar. Sedangkan jumlah peminjam di kisaran 160-an orang.
“Target kami dalam waktu dua tahun, adalah menaikkan outstanding pinjaman ke Rp 1 triliun. Itu target untuk tahun 2021,” kata Azhar.
(Adhito)
