
Jakarta, businessnews.id — Analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, mengatakan bahwa penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah yang terjadi kemarin, mungkin tidak bertahan lama. “Ruang penguatan Rupiah akan semakin terbatas,” kata Rangga dalam riset harian yang dilansir pagi ini.
Rangga mengatakan, kemarin, mayoritas mata uang Asia serta bursa saham global, memang menguat tajam. Pemicu hal itu adalah optimisme terhadap meredanya ketegangan politik di Ukrania dan Irak. Namun itu tidak akan bertahan lama.
Ia menambahkan, melunaknya Rusia serta bantuan militer Amerika Serikat terhadap Pemerintah Irak, mampu mendorong optimisme global.
Hampir seluruh indeks saham di pasar global menguat di saat harga minyak Brent turun drastis hingga USD 104 per barel, kata dia.
“Data JOLTS Job Openings AS ditunggu malam ini ,dan diperkirakan turun,” katanya.
Berdasarkan data transaksi di RTI, IHSG kemarin ditutup menguat 1,18%.
Dan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, Rupiah ditutup di Rp 11.728 per USD. (Achmad Adhito)