Jakarta, TopBusiness – Persediaan minyak mentah ternyata lebih rendah dari perkiraan. Akibatnya harga patokan minyak dunia terangkat hingga mendekati 3 persen.
Stok minyak mentah turun 12,8 juta barel, padahal ekspektasi analis hanya mengalami koreksi 2,5 juta. Ini merupakan tekanan paling banyak sejak September 2016.
Badan Informasi energi Amerika memperlihatkan, ada penurunan lebih tinggi dari proyeksi dalam stok minyak mentah sebab tingginya ekspor, dan pelemahan tak diperhitungkan dalam persediaan produk minyak olahan. Impor minyak mentah turun sebesar 1,2 juta barel per hari, sedangkan ekspor naik ke level 3,8 juta.
Sehingga, di bursa komoditas dunia, yaitu New York Mercantile Exchange dengan harga referensi atas minyak jenis west texas intermediate naik USD 1,55 atau 2,7 persen ke level USD 59,38 untuk pengiriman Agustus. Di London, ICE Futures Exchange untuk jenis minyak brent naik USD 1,44 (2,2 persen) ke posisi USD 66,49 per barel.
Penulis : Agus H
